Banda Aceh | Acehtraffic.com - Sebayak
16 pasangan calon gubernur/wagub, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali
kota dari Partai Aceh secara resmi dideklarasikan di Stadion Di Murtala Banda
Aceh, Minggu, 12 Februari 2012.
Pendeklarasian yang dihadiri
puluhan ribu kader dan simpatisan partai lokal terbesar di Aceh itu diawali
dengan pembacaan deklarasi oleh Sekjen Partai Aceh Yahya Muaz, Ketua Umum DPW
PAN Anwar Ahmad, dan Sekjen Forum Lintas Partai Zulkifli Hasan.
Hadir pada deklarasi tersebut dua
jenderal purnawirawan yang pernah aktif bertugas di Provinsi Aceh, yakni Mayjen
[Pur] Soenarko dan Mayjen [Pur] Sulaiman AB. Selain itu juga hadir anggota DPR
RI Nasir Jamil, Ketua DPR Aceh Hasbi Abdullah, dan penasehat Partai Aceh Malik
Mahmud.
Pasangan calon gubernur/wagub
dari Partai Aceh adalah H Zaini Abdullah/Tgk Muzakir Manaf, sedangkan 15 dari
23 kabupaten/kota yang ada calonnya dari partai lokal terbesar itu adalah Aceh
Besar, Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh
Barat Daya, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Simeulue.
Kemudian, empat pasangan calon
wali kota dan wakil wali kota dari Lokseumawe, Langsa, Sabang dan Banda Aceh.
Pasangan calon tersebut akan bertarung dalam pilkada yang dilakukan serentak di
Aceh pada 9 April 2012.
Ketua Tim pemenangan pusat Partai
Aceh Kamarudin Abu Bakar menyatakan deklarasi pasangan perjuangan dan
perdamaian ini juga sebagai momen krusial untuk menegaskan komitmen Partai Aceh
mendukung pelaksanaan pilkada secara damai dan demokratis.
Ia juga mengingatkan kepada
peserta yang akan berhadir untuk selalu menjaga ketertiban, keamanan dan
keselamatan, sesuai dengan utamanya untuk mendukung dan mengawal pelaksanaan
pilkada secara damai dan demokratis.
Sekretaris panitia deklarasi
Hendra Fadli menyatakan, puluhan ribuan kader, simpatisan, dan pengurus itu
mulai tiba di Banda Aceh sejak Sabtu, 11 Februari 2012 pukul 18.00 WIB. "Mereka
datang menggunakan berbagai jenis kendaraan roda empat dan roda dua dari 23
kabupaten/kota di Aceh," katanya.
Aktivis LSM itu mengatakan, massa
yang berkumpul di ibu kota Provinsi Aceh terpusat di enam lokasi yakni di
Masjid Raya Baiturrahman, Stadion Harapan Bangsa, Masjid Teuku Umar, Taman Ratu
Safiatuddin, pinggiran Krueng [sungai] Aceh di Darussalam dan Taman Sari Banda
Aceh. Deklarasi itu juga dirangkai dengan perayaaan maulid akbar Nabi Muhammad
SAW . | AT | AN |


0 komentar:
Posting Komentar