Kairo | Acehtraffic.com- Syeikh al-Azhar menekankan kembali berlanjutnya langkah-langkah pendekatan Syiah dan Sunni yang upayanya telah dirintis oleh Syeikh Syaltut dan seorang marji' Qom.
Fars News melaporkan, Ahmad al-Tayyib dalam wawancaranya dengan televisi al-Misriyah mengatakan, "Al-Azhar tidak pernah menghentikan dialog dengan kaum Syiah."
Menyinggung pentingnya dialog tersebut, Syeikh al-Tayyib mengatakan, "Dialog antara Syiah dan Sunni bahkan lebih wajib dibandingkan dialog dengan umat Kristen, apalagi Syiah adalah Muslim dan keislaman mereka dengan Ahlussunnah hanya berbeda di berbagai masalah furu' saja."
Menurutnya, dialog antara Syiah dan Sunni itu perlu demi kebaikan dan maslahat umat dan pada saat yang sama mengatakan, "Al-Azhar menentang dakwah Syiah di kalangan masyarakat Sunni dan begitu juga sebaliknya, karena hal ini akan menyebabkan kerenggangan dan perpecahan."
Di akhir pernyataannya, Syeikh al-Azhar mengatakan "Al-Azhar tidak pernah menyulut perpecahan antara Syiah dan Sunni, karena keduanya mengucapkan dua kalimat syahadat." | Irib
Fars News melaporkan, Ahmad al-Tayyib dalam wawancaranya dengan televisi al-Misriyah mengatakan, "Al-Azhar tidak pernah menghentikan dialog dengan kaum Syiah."
Menyinggung pentingnya dialog tersebut, Syeikh al-Tayyib mengatakan, "Dialog antara Syiah dan Sunni bahkan lebih wajib dibandingkan dialog dengan umat Kristen, apalagi Syiah adalah Muslim dan keislaman mereka dengan Ahlussunnah hanya berbeda di berbagai masalah furu' saja."
Menurutnya, dialog antara Syiah dan Sunni itu perlu demi kebaikan dan maslahat umat dan pada saat yang sama mengatakan, "Al-Azhar menentang dakwah Syiah di kalangan masyarakat Sunni dan begitu juga sebaliknya, karena hal ini akan menyebabkan kerenggangan dan perpecahan."
Di akhir pernyataannya, Syeikh al-Azhar mengatakan "Al-Azhar tidak pernah menyulut perpecahan antara Syiah dan Sunni, karena keduanya mengucapkan dua kalimat syahadat." | Irib


0 komentar:
Posting Komentar