Jakarta | Acehtraffic.com - Sejalan
pengembangan Bandara Supadio sejak akhir 2011 lalu, telah direncanakan
pembangunan landasan pacu baru berukuran 3.000 x 60 meter, pembangunan taxiway
pararel, serta perluasan apron untuk mengantisipasi kehadiran pesawat-pesawat
berbadan lebar sejenis Boeing 767 series.
"Khusus untuk pembangunan
landasan baru, estimasi anggarannya mencapai Rp 700 miliar. Saat ini,
pematangan lahannya sudah mulai dilakukan oleh Satuan Kerja Kementerian
Perhubungan," kata Direktur Operasi dan Teknik Angkasa Pura II Salahudin
Rafi, Minggu, 5 Februari 2012.
Pengembangan Supadio juga
meliputi peningkatan kapasitas terminal penumpang hingga lima kali lipat.
Nantinya, Bandara Supadio memiliki bangunan terminal baru dengan konsep modern
dan ramah lingkungan di atas lahan seluas 32.000 meter persegi yang akan mampu
melayani hingga 3,2 juta pergerakan penumpang per tahun.
Kini, terminal penumpang hanya
memiliki luas 6.936 meter persegi dengan kapasitas 875.000 pergerakan penumpang
per tahun. Estimasi anggaran yang dialokasikan PT Angkasa Pura II untuk
keperluan pengembangan Bandara Supadio ini mencapai total Rp 390 miliar. Secara
keseluruhan, proses pembangunan terminal baru Bandara Supadio tersebut
ditargetkan selesai pada 2014.
Namun, pada pertengahan 2013,
sebagian bangunan akan diupayakan dapat dioperasikan. Sabtu kemarin,
terkelupasnya permukaan landasan pacu Bandara Supadio Pontianak, Kalimantan
Barat, menyebabkan penutupan landasan pacu.
"Sesuai dengan Notam yang
kami keluarkan, penutupan Bandara Supadio kami lakukan antara pukul 15.50 WIB
hingga pukul 19.00 WIB untuk keperluan perbaikan. Pekerjaan perbaikan tersebut
dapat kami selesaikan pada pukul 18.40 WIB. Saat ini Bandara Supadio sudah
beroperasi kembali secara normal," kata Rafi.
"Kepada masyarakat,
khususnya pengguna jasa Bandara Supadio maupun pihak-pihak lain yang terkena
dampak negatif atas insiden ini, kami atas nama manajemen memohon maaf yang
seluas-luasnya," ujar Rafi.
Salahudin Rafi menjelaskan,
proses pengelupasan lapisan aspal dengan ukuran sekitar 2x2 meter dengan
kedalalaman 3-6 cm tersebut terjadi pada pukul 15.00 WIB. "Titik
terkelupasnya ada di Runway 15, sebelah kiri, sekitar 740 meter dari ujung
landasan," ujarnya. Secara prinsip, menurutnya, landasan pacu Bandara
Supadio memenuhi persyaratan laik operasi.
Pengecekan rutin terhadap kondisi
landasan pun dilakukan secara rutin berkala, baik oleh Angkasa Pura II selaku
pengelola maupun oleh otoritas penerbangan sipil atau regulator yang dalam hal
ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Penelitian
terakhir terhadap kekuatan dan tingkat kekerasan landasan Supadio dilakukan
pada 2011 lalu dengan hasil memenuhi syarat.
Di sisi lain, untuk menambah
faktor keselamatan, penambahan lebar landasan pun telah dilakukan, dari 30
meter menjadi 45 meter. Sehingga saat ini, ukuran landasan pacu Bandara Supadio
adalah 45x2250 meter.
"Dengan ukuran yang ada,
serta didukung tingkat kekuatan dan kekerasan landasan yang dimiliki,
pesawat-pesawat berbadan lebar sejenis Boeing 737 seri 200 dan 500 diizinkan
oleh regulator untuk beroperasi di Bandara Supadio. Bahkan yang di atas jenis
itu pun masih diizinkan dengan syarat menyesuaikan bobot maksimal untuk
take-off maupun landing," jelasnya.
Diungkapkan Salahudin Rafi, cuaca
ekstrim yang diiringi intensitas curah hujan tinggi yang terjadi terus-menerus
dalam durasi yang panjang belakangan ini, memberikan pengaruh signifikan
terhadap tingkat kekerasan dan daya tahan lapisan permukaan landasan pacu
Bandara Supadio yang berbahan asphalt beton [hot mix] maupun struktur dasar
landasan yang awalnya adalah lahan gambut.
"Luasnya landasan yang didukung
penetrasi air terhadap lapisan permukaan landasan cukup besar, sehingga
mengakibatkan rusaknya lapis perekat antar lapisan perkerasan pada landasan.
Kondisi ini yang mengakibatkan terkelupasnya lapisan perkerasan,"
paparnya. Dia menambahkan, PT Angkasa Pura II menganggarkan dana perawatan
rutin setap tahun antara Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar.
Dana tersebut dialokasikan untuk
keperluan perawatan landasan yang antara lain meliputi penebalan lapisan
permukaan landasan [overlay], penghilangan rubber deposit, perbaikan weak spot
atau perbaikan terhadap kerusakan pada titik-titik tertentu landasan, serta
perawatan taxiway dan apron.
Pada tahun 2012, perseroan
mengalokasikan dana sedikitnya Rp 818 juta untuk kebutuhan rutin tersebut. |
Kompas |

.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar