Drs. Syaifuddin Haji Amin, SE, MM - Tengku Bahagia AB, SE
Siap Membawa Kota Langsa Menuju Lebih Baik Demi Kesejahteraan Masyarakat Pemko Langsa

Pak Dinse panggilan populer bapak ini. Pria beranak enam, 3 laki dan 3 perempuan terkenal ramah dan enak diajak diskusi. Apalagi berbicara soal pembangunan daerah, khusus Kota Langsa. Nama lengkap nya Drs. Syaifuddin Haji Amin, SE, MM.
Nama ini terkenal sohor di Kota Langsa, di warung desa, dan dikantor swasta, abang becak, pegawai negeri banyak membincangkan sosok ini. Dia adalah salah satu calon walikota Kota Langsa priode 2012 -2017 yang mencalonkan diri lewat jalur independen.
Sebagai syarat ia berhasil mendapatkan 6,271 lembar kartu tanda penduduk (KTP) sebagai bukti ia didukung oleh masyarakat untuk mencalonakn diri sebagai Walikota Langsa. Jumlah itu adalah 3% dari jumlah penduduk pemerintah Kota Langsa.
Semua tahapan telah terlewati, pasangan Syaifuddin-Bahagia atau lebih dikenal dengan sebutan SABA memperoleh nomor 2, dari 13 pasangan calon walikota Langsa. Maka jika anda lihat nomor 2 untuk calon Walikota dan wakil walikota Langsa, tak lain itulah pasangan SABA.
Saba dalam bahasa Aceh dalam bahasa Indonesia meng-artikan sabar. Kata ini mengandung filosofi sangat dalam dan mencerminkan sebuah pesan dalam hadist Nabi besar Muhammad SAW menyebutkan
“Jadikanlah Shalat dan Sabarmu Untuk Penolong Dirimu”
Artinya Sabar juga perwujudan dari Akhlak yang baik, dimana tidak bernafsu untuk hal yang tidak baik. Jika terpilih sebagai walikota Langsa, sejatinya ia akan menjalankan pemerintahan kota Langsa dengan penuh kesabaran dalam menjawab berbagai aspirasi masyarakat, dan dengan sabar dan telaten pula pasangan ini akan berusaha secara maksimal, bersama –sama untuk mewujudkan Kota Langsa ke arah lebih maju dan baik, demi tergapainya kesejahteraan masyarakat Pemko Langsa.
Semua pihak pantas yakin dengan kemampuan Syaifuddin. Pria bertubuh sedang dan berkulit sawo matang ini dilahirkan pada 10 Oktober 1955. Dia mengawali pendidikan di sekolah dasar MIN Langsa pada tahun 1964-1970, SDN No. 5 tahun 1970, setelah dari sana ia melanjutkan ke Sekolah Tehnik Negeri Langsa Jurusan Bangunan Gedung tahun 1970-1976, kemudian menerima ijazah di STM Negeri Langsa 1973-1976 juga jurusan yang sama.
Setamat dari STM, Syaifuddin terus mengabdikan diri sebagai pegawai dikantor Bupati Aceh Timur, Semasih Langsa menjadi kecamatan dalam wilayah kabupaten Aceh Timur. Dua tahun mengabdi, potensi dan ketekunan bekerja serta kesempatan, Syaifuddin lulus sebagai pegawai negeri pusat untuk tenaga Tehnik yang DPB. Pada tahun 1979 ditempatkan dikantor PU kabupaten Aceh Timur.
Karir Syaifuddin terus menanjak, pada tahun 1983 ia dipercaya menjadi Plt kepala seksi pengairan pada Bappeda Aceh Timur, Kepala tehnik PU. Kecamatan Simpang Ulim, Kepala Sub seksi pemeliharaan pengairan dan Riol merangkap Pimpro, Kepala seksi pengairan dan riol pada dinas PU kabupaten Aceh Timur.
Ditahun 2001 Syaifuddin mendapat tugas belajar program pasca sarjana megister management di Jakarta, sekembali dari sana ia dihadang dengan tugas baru dan dibidang yang baru, yaitu menjadi Staf di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) hingga pada tahun 2005.
Riwayat ini mencerminkan bagaimana perpaduan yang sangat matang dimiliki oleh Syaifuddin, selain menguasai teknis proyek juga paham bagaimana nasib dan persoalan yang dialami pegawai negeri, karena Syaifuddin faham, keseriusan pegawai dalam menjalankan tugas adalah modal kebangkitan daerah, khususnya Pemko Langsa.
III
Ternyata Syaifuddin juga seorang yang memiliki berjuta pengalaman dibidang organisasi. Di umur belia ia sudah menjadi anggota pelajar Islam Indonesia (PII) hingga menjabat sebagai ketua Senat selama dua Priode di Fakultas Ekonomi Universitas Samudera Langsa pada tahun 1983-1986. Jenjang itu terus di ikutinya, hingga pada tahun 1995-1998 ia menjabat sebagai ketua umum KNPI Aceh Timur.
Sang organisator inipun pada tahun 1997 mendapatkan kesempatan menjadi anggota delegasi pemuda Aceh ke Negara Asia. Berbekal berbagai sumber daya yang dimilikinya serta kedekatan dengan masyarakat membuat ia kembali di percaya untuk ikut serta dalam mengurus Gerakan Orang Tua Asuh atau lebih dikenal dengan GN-OTA.
Begitu juga hal lainnya, bila ia menjadi pemimpin Pemko Langsa, tentunya berbagai hal akan ia hadapi terutama intrik politik. Namun anda jangan ragu dengan sosok Syaifuddin ini, dia pernah menjabat sebagai Wakil sekretaris Golkar Aceh Timur pada tahun 1999.
Dengan pengalamannya berkiprah di Partai Golkar tentunya banyak ilmu yang didapat atau pengalaman. Ilmu dan pengalaman itulah bisa di aplikasikan dalam mengelola pemerintahan, dalam kontek hubungan antara eksekutif dan legislative (DPRK) sehingga segala program untuk masyarakat bakal terlaksana dengan baik.

Berbagai sumber daya yang dimiliki Syaifuddin baik di daerah, maupun selama menjadi Staf Perwakilan Aceh di Jakarta sejak tahun 2007-2011 membuat suami dari Nirwana ini yang baru saja pensiun pad tanggal 1 November 2011 lalu dengan golongan terakhir IV/d, sudah pasti memiliki jaringan pemerintahan pada tingkatan pusat hingga ke istana Negara.
Menghadiri rapat penting di Jakarta, dan bergaul dengan pejabat kelas ibu kota Negara bukan hal yang tabu baginya, tentunya dengan pengalaman pemimpinnya itu sangat menguntungkan masyarakat pemerintah Kota Langsa ke depan. Karena dengan pengalaman itu ia tidak lagi meraba–raba dalam mengelola pemerintahan, juga tidak lagi meraba –raba dalam membangun hubungan yang lebih baik didaerah maupun di pusat.
Perpaduan inilah yang tidak semua dimiliki orang lain, dan ini menjadi factor yang sanagt mendukung dalam upaya membangun kota Langsa kedepan yang lebih baik dan sejahtera.
Ketua umum lembaga swadaya masyarakat Transparan Aceh Timur itu dan juga hingga kini masih dipercaya sebagai Ketua Perhimpunan Kebangsaan DKI Jakarta sampai sekarang. Telah siap meninggalkan sejumlah tugas pribadinya untuk mengabdi kepada masyarakat Kota Langsa.
Mendiami sebuah rumah warna putih berkontruksi beton di gang Nelayan nomor 55 Desa desa Lhok Banie kecamatan Langsa Barat, atau lebih dikenal dengan “Gedung Putih Libanon (Lhokbanie)” Pasangan Mantan combatan GAM dan birokrat itu Drs.Syaifuddin Haji Amin, SE, MM -Tengku Bahagia SE adalah mencerminkan model pasangan Perdamaian yang dicetuskan 15 Agustus 2005 silam di Helsinki.
Dengan kesiapan pengalaman, dan terobosan untuk perubahan, kemajuan Kota Langsa ke depan yang berpihak kepada masyarakat sudah nampak didepan mata. Tekat bulat pasangan nomor urut 2 atau pasangan SABA pantas dipercaya untuk memimpin Kota Langsa lima tahun kedepan. [AVC]
Baca juga:

0 komentar:
Posting Komentar