Langsa | Acehtraffic.com- Muslim Hasballah calon bupati Aceh Timur mengatakan bagi calon yang mendaftarkan diri sebagai kepala daerah di Aceh melalui jalur independen bukanlah pengkhianat walaupun sebelumnya yang bersangkutan adalah mantan combatan GAM.
Muslim juga menjelaskan duduk perkara lahirnya independen. Menurutnya Independen lahir akibat perjuangan dan pengorbanan rakyat Aceh. Di dalam MoU itu tertulis, independen juga bisa untuk berikutnya. Bukan untuk satu kali saja. Ini bisa dibuka dalam MoU. Setelah itu baru lahir UUPA.
Sementara UUPA masih memerlukan pembenahan untuk revisi dan perbaikan. Dan ketika ada yang mendengar selintingan kampanye yang menyebutkan UUPA adalah harga mati ? Kenapa ini menjadi harga mati ketika rakyat memiliki aspirasi dalam hal ini.
Misalnya, ada diodalam UUPA yang justru tidak menguntungkan Rakyat Aceh seperti soal pembagian migas dan masalah agraria, bukankah ini perlu dikaji ulang karena itu penting sebagai wujud kesejahteraan rakyat Aceh. Dan itu yang harus di perjuangkan bersama untuk kita revisi, bukan malah mjenyebut UUPA itu harga mati.
“Coba Tengku-tengku bayangkan Jika BPN di bawah Bupati pasti pengaturan tanah akan semakin mudah, ini kalo BPN di Jakarta, tanah sembarang di kapling tapi kita yang kerepotan menghadapi masalah di daerah,” | AT | RD


0 komentar:
Posting Komentar