
Banda Aceh | Acehtraffic.com - Setelah tujuh tahun mendukung proses pemulihan pascabencana gempa dan
tsunami yang melanda Aceh dan Nias, Multi Donor Fund (MDF) menggelar
pameran foto di Museum Tsunami, Banda Aceh, sejak Selasa 28 Februari 2012.
Pameran bertajuk ‘Kemitraan’ untuk Keberlanjutan hingga 4 Maret nanti
menampilkan 30 foto pilihan sehingga warga yang mengunjungi Museum
Tsunami bisa menelusuri perjalanan proses rekonstruksi dan rehabilitasi
di Aceh dan Nias yang dilaksanakan konsorsium negara donor itu.
Foto-foto itu menggambarkan dukungan MDF dalam upaya pemulihan Aceh
dan Nias, sejak 2005. Pameran tersebut dibuka oleh Country Director Bank
Dunia untuk Indonesia, Stefan G. Koeberle, dan Asisten II Pemerintahan
Aceh, Said Mustafa mewakili Pj Gubernur Aceh, Tarmizi A. Karim.
“Foto-foto ini benar-benar menyampaikan cerita yang kuat secara
visual. Kita bisa melihat seberapa jauh Aceh dan Nias telah membangun
kembali dirinya sehingga menjadi seperti sekarang,” kata Stefan.
Ditambahkan bahwa MDF dan para pelaku pembangunan lainnya terhormat
menjadi mitra dalam upaya luar biasa dari sejak awal proses rehabilitasi
dan rekonstruksi pascabencana.
Menurut dia, keberhasilan MDF dapat dilihat dari seberapa kuat
pemangku kepentingan berkolaborasi dan memain peran penting dalam
pemulihan pascabencana dan membantu meletakkan landasan kuat bagi
pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Sebelum pembukaan pameran foto, MDF juga meluncurkan laporan
berisikan prestasi konsorsium negara dan lembaga donor yang dibentuk
setelah terjadi bencana tsunami melanda Aceh pada 26 Desember 2004
silam.
Laporan berjudul ‘Kemitraan untuk Keberlanjutan’ itu menyoroti
pencapaian penting rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh dan Nias. Dalam
laporan setebal 78 halaman itu, disebutkan bahwa MDF telah membangun
hampir 20.000 rumah, 670 sekolah dan infrastruktur utama, termasuk lima
pelabuhan dan 700 kilometer jalan nasional, provinsi dan kabupaten.
Menurut Stefan, upaya rekonstruksi Aceh dan Nias dinilai berhasil dan
telah menarik perhatian dunia. Laporan MDF menyebutkan, keberhasilan
dicapai karena pendekatan unik dan sangat kolaboratif antara pemangku
kepentingan yang terlibat dalam pemulihan Aceh dan Nias pascabencana.
MDF kini memasuki tahun terakhir yang akan menyelesaikan mandatnya
pada Desember 2012. “Proyek-proyek yang tersisa sekarang terfokus pada
implementasi akhir dan strategi penutupan, pengalihan aset rekonstruksi,
mempromosikan keberlanjutan dan mendokumentasikan pembelajaran untuk
memastikan tercapainya manfaat dari rekonstruksi untuk masa yang akan
datang,” kata Manajer MDF, Shamima Khan.
MDF mengelola dana US$654,7 juta dari 15 donor untuk 23 proyek,
dimana 12 tlah selesai dan sisanya 11 lagi masih dalam proses
pengerjaan. Proyek itu sepserti terdapat dalam portofolionya. Sebagian
besar dana telah dikucurkan ke proyek-proyek dan akan dimanfaatkan
secara tuntas di akhir pelaksanaan proyek tahun ini.| AT | AK |

0 komentar:
Posting Komentar