
Banda Aceh | Acehtraffic.com - Mantan Danjen Kopassus yang juga mantan Pangdam Iskandar Muda (IM), Mayjen (Purn) Soenarko secara terbuka mengumumkan ke publik siap menjadi tim sukses (timses) dan sebagai juru kampanye pasangan cagub/cawagub Partai Aceh, Mentro dr Zaini Abdullah- dan Muallem Muzakir Manaf.
Komitmen itu disampaikan mantan Danjen pasukan khusus TNI Mayjen Soenarko dalam konferensi pers di Kantor DPA-PA Pusat, Banda Aceh, Rabu 1 Febrauari 2012. Soenarko yang baru datang dari Jakarta dijemput Muzakir Manaf dan sejumlah petinggi KPA/PA di Bandara SIM Blangbintang, Aceh Besar.“Saya kenal Pak Muzakir ketika dulu sama-sama berhadapan di lapangan. Dari dulu Pak Muzakir ingin mensejahterakan rakyat Aceh tapi dulu bertentangan dengan tugas saya menyelamatkan NKRI.
Tapi sejak MoU Helsinki, 15 Agustus 2005, tak ada lagi GAM, tapi Pak Muzakir tetap ingin membangun Aceh, tentu dalam NKRI, saya mendukung,” kata Soenarko.Soenarko mengaku kenal baik Zaini dan Muzakir ketika dirinya bertugas di Aceh sebagai Pangdam IM sekitar 2008.
Soenarko menilai mereka adalah pasangan serasi dan termasuk kriteria pemimpin yang amanah. Namun, jika anggapannya itu salah, ia mengatakan akan mundur menjadi timses pasangan tersebut.
“Jika sudah terpilih nanti, mereka menjalankan kebijakan yang keliru, yaitu tak sesuai UU berlaku, maka kita tegur.
Yang penting, kini kita sama-sama menyatukan pendapat untuk membangun Aceh. Perbedaan pandangan masa lalu sudah menjadi sejarah,” ujar Soenarko.

Karena itu, ia mengaku dengan senang hati memenuhi permintaan Muzakir, bahkan sudah siap berkampanye ketika sudah waktunya nanti untuk memenangkan pasangan Zaini-Muzakir. Muzakir Manaf yang duduk di sebelah Soenarko menyambut baik hal itu.
Yang penting, kini kita sama-sama menyatukan pendapat untuk membangun Aceh. Perbedaan pandangan masa lalu sudah menjadi sejarah,” ujar Soenarko.

Karena itu, ia mengaku dengan senang hati memenuhi permintaan Muzakir, bahkan sudah siap berkampanye ketika sudah waktunya nanti untuk memenangkan pasangan Zaini-Muzakir. Muzakir Manaf yang duduk di sebelah Soenarko menyambut baik hal itu.
Bahkan Muzakir berharap lebih banyak lagi purnawirawan TNI bergabung dan menjadi timses PA. “Karena kita sudah satu tujuan, yaitu sama-sama membangun Aceh dalam NKRI,” kata Muzakir.Usai konferensi pers itu, Muzakir memasangkan pin PA di baju yang dikenakan Soenarko. Selanjutnya, saat Sonarko meninggalkan Kantor Pusat PA, mantan Pangdam IM itu dikawal sejumlah petugas PA menggunakan mobil.
Ketua Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR dan DPD RI asal Aceh, M Nasir Djamil dan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Farhan Hamid menilai kehadiran mantan Pangdam IM Mayjen TNI Purn Soenarko ke markas DPA-PA sebagai bentuk rekonsiliasi nyata dalam rangka menjamin perdamaian dan menjaga keutuhan bangsa.
“Kehadiran mantan Danjen Koppasus ini juga akan mengubah skeptis sebagian pihak bahwa Pilkada Aceh akan dibayangi-bayangi kekerasan. Ini pertemuan unik karena mereka adalah mantan TNA dan TNI,” kata Nasir Djamil.
“Kehadiran mantan Danjen Koppasus ini juga akan mengubah skeptis sebagian pihak bahwa Pilkada Aceh akan dibayangi-bayangi kekerasan. Ini pertemuan unik karena mereka adalah mantan TNA dan TNI,” kata Nasir Djamil.
Farhan Hamid melihat pertemuan kedua tokoh itu sebagai sesuatu yang hebat dan pasti memberi imbas positif kepada masyarakat, terutama terkait dengan kelestarian perdamaian dan keutuhan bangsa. “Apabila sudah satu pandang tentang hal yang prinsip, banyak perbedaan dapat diketepikan,” kata Farhan | AT | Serambi


0 komentar:
Posting Komentar