Banda Aceh | acehtraffic.com - Aceh tetap akan di dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kekisruhan yang dapat memicu konflik antara
Aceh dan Pemerintah Indonesia pada masa lalu harus dihindari.
Untuk mewujudkan hal tersebut,
menurut mantan pemimpin Gerakan Aceh Merdeka [GAM], Malik Mahmud, semua pihak
harus konsisten dengan butir-butir kesepakatan damai Helsinki 2005 yang
merupakan dasar perdamaian di Aceh saat ini.
Kekisruhan yang terjadi pada
beberapa waktu lalu, menurut Malik, karena ada pihak-pihak yang memaksakan
kepentingannya. Hal ini tak sesuai dengan semangat perjanjian damai Helsinki
yang sudah disepakati bersama.
"Saya rasa kalau kita dapat
menjaga dan memenuhi semua butir-butir yang ada dalam kesepakatan Helsinki itu,
tidak ada lagi problem Aceh dengan pemerintah pusat. Aceh tetap akan di dalam
NKRI," tutur Malik, Minggu, 12 Februari 2012 di Banda Aceh.
Pada masa lalu, Aceh dan
pemerintah pusat memang pernah mengalami masa konflik yang panjang. Suatu
kondisi yang menimbulkan korban hingga ribuan orang dan biaya yang sangat
besar. Pada masa damai ini, kata Malik, para pemimpin di Aceh harus lebih berkonsentrasi
membangun dan memperbaki kondisi Aceh yang masih belum baik.
"Pembangunan Infrastruktur,
pendidikan, dan kesejahteraan adalah tantangan yang harus dipenuhi para calon
pemimpin yang kini akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah," katanya.
Di Stadion Lampineung, Banda
Aceh, ribuan simpatisan dan pendukung Partai Aceh menghadiri deklarasi pasangan
calon kepala daerah yang diusung oleh partai tersebut, Minggu. Pasangan calon
tersebut adalah pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, serta 14 pasangan
calon bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota yang akan bertarung
dalam pilkada 9 April 2012.
Ketua Partai Aceh Muzakkir Manaf
yakin, pasangan-pasangan calon kepala daerah yang diusung akan memenangkan
Pilkada 2012. Dia optimistis, setidaknya saat ini ada 1 juta suara yang sudah
berada di tangan. Mereka berasal dari jaringan tim sukses Partai Aceh yang
berasal dari jaringan Komite Peralihan Aceh [wadah para mantan kombatan GAM],
pendukung, dan simpatisan. | AT | KP |


0 komentar:
Posting Komentar