News Update :

Mahasiswa Saat Ini Dianggap Apatis

Sabtu, 25 Februari 2012

Palangkaraya | Acehtraffic.com - Kalangan mahasiswa di Indonesia saat ini dianggap cenderung apatis. Mereka tidak melakukan pergerakan, selama persoalan yang terjadi tak mengganggu kepentingan mereka.
Kondisi itu disebabkan mahasiswa sudah merasa relatif nyaman, sehingga bersikap individualis.

Demikian persoalan yang mengemuka dalam seminar nasional dalam rangka pelantikan/deklarasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Palangkaraya di Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu 25 Februari 2012.

Ketua Presidium GMNI Pusat, Twedy Noviady Ginting, dalam presentasinya berjudul "Menggugat Peran Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan Di Tengah Krisis Kepemimpinan Bangsa", menjelaskan, mahasiswa apatis disebabkan invasi budaya dari negara-negara barat.
"Liberalisme dan kapitalisme yang tumbuh subur di Indonesia, membuat mahasiswa cenderung individualis. Padahal tantangan sebenarnya banyak," papar Twedy.

Kondisi itu jauh berbeda, misalnya dengan masa kemerdekaan, ketika para pemuda berjuang mengusir penjajah. Demikian pula saat periode reformasi, kalangan mahasiswa dalam skala besar bergerak menumbangkan rezim Orde Baru.

Pertumbuhan ekonomi saat ini membuat taraf hidup sebagian masyarakat lebih baik. Kondisi kian nyaman itu, juga berpengaruh terhadap mahasiswa sehingga mereka terlena. Reformasi juga memicu keterbukaan yang membuat arus budaya asing kian deras masuk.

"Kalau pada masa Orde Baru dikekang, sekarang malah euforia. Dampak selanjutnya yakni mahasiswa menerima budaya barat," kata Twedy.

Budaya itu diterapkan tanpa diseleksi atau difilter. Padahal, masyarakat Indonesia zaman dulu termasuk mahasiswa terbiasa bergotong-royong dan mengedepankan kebersamaan. Sementara, berbagai persoalan saat ini seperti korupsi, kemiskinan, dan kerusakan lingkungan terus terjadi.| AT | KS |
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016