
Mesuji | Acehtraffic.com - Aksi anarki ratusan warga
Mesuji yang membakar fasilitas PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) adalah
bentuk spontanisme warga Tanjung Raya.
Itu merupakan buntut persoalan
konflik lahan sawit yang tidak kunjung memuaskan warga. "Itu tindakan
spontan warga. Seperti yang sudah pernah saya bilang, lebih baik cabut saja
izin HGU (hak guna usaha) PT BSMI, daripada terus membuat masalah. Saya juga sudah
pernah bilang, itu hanya akan jadi bom waktu," ujar Azar Etikana, salah
seorang tokoh warga Sri Tanjung, Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji, saat dihubungi
Sabtu 25 Februari 2012 sore.
Menurut dia, warga sebelumnya resah dengan informasi bahwa
perusahaan akan mengerahkan 120-500 anggota TNI, menyusul perseteruan warga dan
perusahaan yang tidak kunjung usai.
Ia menambahkan, warga kesal karena persoalan konflik lahan ini
tidak juga selesai, meskipun warga telah menantinya selama 17 tahun. "Hal
yang disesalkan, apa yang dibahas dan diupayakan gubernur dan bupati justru
adalah soal tuntutan plasma. Kami tak lagi menuntut ini. Kami minta, HGU PT
BSMI dan Lampung Inter Pertiwi (LIP) dicabut," tuturnya.| AT | KS |

0 komentar:
Posting Komentar