Langsa | AcehTraffic.com- Setelah melalui penelitian dan pengembangan selama tiga tahun bekerja sama dengan Lembaga Penelitian bernama Green Energy Institute. Siswa SMK Negeri 2 Langsa, Aceh, berhasil membuat sebuah mesin berbahan bakar air. Mesin ini diberi nama Wave + + SMK Gas Generator.
Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Langsa, Makmur Lingga menjelaskan mesin ini dapat memperbaiki emisi gas dari mesin mobil sehingga mobil akan irit bahan bakar dan ramah lingkungan.
“Mesin ini memperbaiki emisi gas dari bahan bakar mobil, jadi ramah lingkungan,” ungkap Makmur Lingga. Kamis 16 Februari 2012
Meskipun demikian katanya alat ini masih perlu pengembangan lebih lanjut. Temuan mesin ramah lingkungan didasarkan pada teori Michael Faraday tentang Elektrolisa Air tahun 1883. Dimana dalam elektrolisa air akan ada perubahan muatan elektron maupun atom. Penelitian mesin ini menghabiskan dana ratusan juta rupiah dan mengorbankan dua unit mobil sebagai ujicoba.
Mesin ramah lingkungan ini terdiri dari rangkaian beberapa perangkat yang saling berhubungan. Cara kerja mesin ini yaitu mengurai zat-zat yag terkandung dalam air dan mengubahnya menjadi gas. Gas yang dihasil alat ini kemudian disalurkan ke mesin mobil dengan cara mencangkokan alat ini ke mesin.
Makmur Lingga mengatakan alat ini sudah pernah dipublikasi di sebuah media di Jakarta dan sudah dilaporkan ke Mentri Pendidikan Nasional. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan yang serius dari pemerintah terutama untuk mengembangkan alat ini.
Tanggapan serius justru datang dari negara tentangga Malaysia. Kata Makmur Laingga, Kadin Malaysia sudah menghubungi untuk bekerjasama mengembangkan alat tersebut. Karena teknologi ini sifatnya open source, Malaysia bisa mengembangkannya juga.Namun dirinya masih menunggu tanggapan dari pemerintah Indonesia.
“ Jangan sampai alat ini dikembangkan oleh negara lain, lalu kemudian Indonesia membelinya dari negara tersebut,” ucap Makmur.
Harapan Makmur Lingga, sebelum alat ini dilounching , sebaiknya segera mentransfer teknologi yang dikembangkan di SMKN2 Langsa ini ke seluruh SMK Teknologi yang di Indonesia dalam waktu dekat. " ujarnya. | AT | Fay |
Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Langsa, Makmur Lingga menjelaskan mesin ini dapat memperbaiki emisi gas dari mesin mobil sehingga mobil akan irit bahan bakar dan ramah lingkungan.
“Mesin ini memperbaiki emisi gas dari bahan bakar mobil, jadi ramah lingkungan,” ungkap Makmur Lingga. Kamis 16 Februari 2012
Meskipun demikian katanya alat ini masih perlu pengembangan lebih lanjut. Temuan mesin ramah lingkungan didasarkan pada teori Michael Faraday tentang Elektrolisa Air tahun 1883. Dimana dalam elektrolisa air akan ada perubahan muatan elektron maupun atom. Penelitian mesin ini menghabiskan dana ratusan juta rupiah dan mengorbankan dua unit mobil sebagai ujicoba.
Mesin ramah lingkungan ini terdiri dari rangkaian beberapa perangkat yang saling berhubungan. Cara kerja mesin ini yaitu mengurai zat-zat yag terkandung dalam air dan mengubahnya menjadi gas. Gas yang dihasil alat ini kemudian disalurkan ke mesin mobil dengan cara mencangkokan alat ini ke mesin.
Makmur Lingga mengatakan alat ini sudah pernah dipublikasi di sebuah media di Jakarta dan sudah dilaporkan ke Mentri Pendidikan Nasional. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan yang serius dari pemerintah terutama untuk mengembangkan alat ini.
Tanggapan serius justru datang dari negara tentangga Malaysia. Kata Makmur Laingga, Kadin Malaysia sudah menghubungi untuk bekerjasama mengembangkan alat tersebut. Karena teknologi ini sifatnya open source, Malaysia bisa mengembangkannya juga.Namun dirinya masih menunggu tanggapan dari pemerintah Indonesia.
“ Jangan sampai alat ini dikembangkan oleh negara lain, lalu kemudian Indonesia membelinya dari negara tersebut,” ucap Makmur.
Harapan Makmur Lingga, sebelum alat ini dilounching , sebaiknya segera mentransfer teknologi yang dikembangkan di SMKN2 Langsa ini ke seluruh SMK Teknologi yang di Indonesia dalam waktu dekat. " ujarnya. | AT | Fay |


0 komentar:
Posting Komentar