Demak | Acehtraffic.com - Maksud
hati ingin memberi dukungan untuk tim kesayangannya Persebaya Surabaya, yang
melawan Persijap Jepara sore nanti, Senin, 6 Februari 2012. Namun enam suporter
fanatik Persebaya Surabaya alias bonek, harus berurusan dengan Polisi. Mereka
ditahan di Mapolres Demak, karena diduga telah melakukan perusakan truk milik
Sumargono alias Gogon warga Wonosalam Demak.
Keenam bonek tersebut tertangkap
di perempatan lampu merah Desa Jogoloyo Demak, karena dihadang oleh warga dan
sopir yang sudah menunggu kedatangan para bonek. Beruntung sebelum terjadi amuk
massa, mereka diamankan oleh aparat desa setempat dan diserahkan kepada polisi.
Menurut Gatot Budiarto, perangkat
Desa Jogoloyo, para bonek tersebut dihadang oleh warga ketika melintas di jalan
raya Genuk Semarang. Kabarnya, para bonek tersebut nekat melakukan perusakan
karena tidak diperbolehkan menumpang di truk bermutan pasir yang akan ke Demak.
Akibat ulah brutal para bonek,
selain kaca spion, body truk bernomor polisi H-1891-FE itu rusak parah. Bahkan,
Gogon juga menderita luka lebam karena dikeroyok pada bonek. Setelah menganiaya
dan merusak truk, bonek melanjutkan perjalanan ke Demak dengan menumpang
kendaraan lain.
Tidak terima dengan ulah para
bonek, Gogon kemudian menghubungi rekan-rekannya untuk mengadang di Demak.
"Begitu mengetahui diadang warga, bonek lari tunggang langgang. Namun enam
orang berhasil ditangkap. Dan sebelum terjadi adu fisik, langsung kami amankan
di balai desa. Jadi bulan-bulanan warga kan repot," terang Gatot.
Sementara itu, berdasarkan
pengakuan Tian Aditya [19] salah satu bonek yang ditangkap, dirinya tidak tahu
tentang adanya perusakan truk. Sebab ada sekitar 5.000 suporter yang datang ke
Jepara untuk mendukung Persebaya. Sebelum ke Jepara dia bersama 12 temannya
mampir ke Simpanglima, Semarang untuk bertemu dengan rekan-rekannya. Kemudian
dia mengaku melanjutkan perjalanannya ke Jepara. Namun, sesampainya di
perempatan lampu merah, mereka diadang.
Karena takut, kelompoknya
melarikan diri dan tercerai berai. "Siapa yang gak takut, diadang orang
banyak bawa pentungan. Kalau saya bawa senjata tak ladeni, nek gak mlayu yo
mati," ungkap Tian. | Kompas |


0 komentar:
Posting Komentar