Mogadishu | acehtraffic.com - Anak-anak
Somalia kadang-kadang yang juga berumur di bawah 10 tahun dipaksa untuk
mengangkat senjata dan bertarung di medan perang.
Gerilyawan al-Shabaab bahkan
sampai menggunakan mereka sebagai 'umpan meriam' dalam bentrokan dengan tentara
pemerintah. Demikian organisasi HAM Human Rights Watch [HRW] dalam laporannya,
Selasa, 21 Februari 2012.
"Setelah anak-anak mengikuti
latihan berat selama beberapa minggu mereka dirkirim ke medan perang. Sebagian
dari mereka dijadikan 'umpan meriam' untuk melindungi gerilyawan,"
demikian laporan HRW.
Gerilyawan Islam al-Shabaab juga
menculik anak-anak perempuan yang dipaksa bekerja di medan perang atau dipaksa
kawin dengan gerilyawan. Orang tua yang melindungi anak-anak mereka sering
dibunuh, demikian HRW. | AT | RP |


0 komentar:
Posting Komentar