Korsel | Acehtraffic.com- Menteri Keuangan Korea Selatan mengkonfirmasikan pengecualian
negaranya dari sanksi anti-Iran yang diberlakukan oleh Amerika Serikat
seraya mengatakan, "Perundingan tentang berbagai masalah masih terus
berlanjut."
Fars News 23 Februari 2012 melaporkan, Menteri
Keuangan Korsel, Bahk Jae-Wan, Kamis mengatakan, perundingan antara
Seoul dengan para pejabat Gedung Putih terkait sanksi terhadap impor
minyak mentah dari Iran terus berlanjut dan sebagian besar masalah telah
terselesaikan.
Bahk dalam konferensi persnya kepada
wartawan mengatakan, "Kedua negara telah sepakat soal pengecualian
ekspor non-minyak ke Iran dari sanksi anti-Iran dan perundingan tetap
berlanjut membahas berbagai masalah yang masih tersisa."
Pada tahun 2010, Korea Selatan mengimpor produk-produk petrokimia dari Iran senilai lebih dari 350 juta dolar Amerika Serikat.
Konferensi Bahk itu berlangsung di saat media massa Jepang juga telah
mengumumkan pengecualian perusahaan-perusahaan finansial Jepang dari
sanksi yang diberlakukan Amerika terhadap Iran.
Dalam
masalah ini, Korea Selatan mengirim delegasi yang terdiri dari para
pejabat tinggi kementerian keuangan dan kementerian luar negeri ke
Washington untuk merundingkan masalah sanksi anti-Iran.
Namun, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel, kedua negara
masih dipisahkan jurang lebar untuk mencapai kesepakatan dalam hal ini
dan sejauh ini kesepakatan masih mengenai ekspor non-migas ke Iran.
Adapun berbagai masalah lainnya masih harus dibahas. | IRIB Indonesia

0 komentar:
Posting Komentar