News Update :

Tinggalkan Dolar, India Umumkan Bayar Minyak Iran dengan Rupee

Senin, 09 Januari 2012




Acehtraffic.com - Menyusul keputusan AS menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran yang menargetkan ekspor minyak negara itu, India mengumumkan rencana untuk membayar pasokan minyak mentah Iran dalam mata uang nasionalnya, Rupee.

Press Trust of India Ahad (8/1) mengutip seorang pejabat senior pemerintah India mengatakan masalah tersebut akan dikaji lebih dalam ketika tim multidisiplin mengunjungi Tehran pada 16 Januari mendatang untuk membahas pasokan minyak mentah dari Iran.

Dalam proposal ini, Perusahaan Minyak Nasional Iran (NIOC) akan membuka rekening di bank India rupee, dan menggunakan uang itu untuk membeli komoditas seperti kereta api.

India memenuhi sekitar tiga perempat kebutuhan mentahnya dari Iran, yang merupakan pemasok terbesar kedua setelah Arab Saudi.

Press TV melaporkan, negara Asia Selatan itu setiap bulan membayar sekitar $1 miliar ke Iran untuk pasokan 370.000 barel per hari minyak mentah. India menggunakan Turki sebagai negara ketiga untuk membayar minyak mentah Iran.

India mencari mekanisme pembayaran alternatif untuk minyak mentah Iran setelah Reserve Bank of India pada bulan Desember 2010 mengumumkan bahwa pembayaran impor minyak mentah Iran harus diselesaikan di luar mekanisme Asian Clearing Union (ACU).

Mekanisme ACU bank sentral Bangladesh, Bhutan, India, Iran, Maladewa, Myanmar, Nepal, Pakistan, dan Sri Lanka. Berdasarkan mekanisme tersebut, pembayaran impor antar anggota sembilan negara itu diselesaikan setiap dua bulan.

Pada bulan Februari 2011, Iran dan India sepakat untuk membentuk mekanisme baru pembayaran minyak menggunakan euro melalui European-Iranian Trade Bank AG (EIH Bank) yang berbasis di Hamburg.

Tetapi di bawah tekanan AS yang berlebihan, Jerman segera menghentikan aliran uang dari India untuk transfer ke EIH Bank, hingga akhirnya India mengirimkan uangnya melalui pintu Turki.

Pada Kamis, Penasihat Keamanan Nasional India Shiv Shankar Menon mengadakan pembicaraan dengan para pejabat dari kementerian keuangan negara itu mengenai mekanisme baru pembayaran minyak mentah Iran, menyusul indikasi bahwa Halkbank Turki akan menghentikan layanan jasa pembayaran minyak dari India ke Iran.
"Ada kemungkinan Turki akan mematuhi tekanan sanksi baru AS terhadap Iran," kata seorang pejabat India.

Pada tanggal 31 Desember, Presiden AS Barack Obama menandatangani sanksi baru terhadap Bank Sentral Iran. RUU itu mengharuskan perusahaan keuangan asing untuk membuat pilihan antara melakukan bisnis dengan Bank Sentral Iran dan sektor minyak negara itu, atau sektor keuangan AS.

Inisiatif baru India membayar minyak Iran dengan Rupee datang tidak lama setelah
Gubernur Bank Sentral Cina mengungkapkan rencananya menjadikan mata uang Yuan sebagai valuta internasional menggantikan dolar. Pernyataan tersebut mengemuka di saat Perdana Menteri Cina dan sejawatnya dari Jepang menyatakan akan menggantikan standar mata uang dolar sebagai alat tukar dalam perdagangan langsung kedua negara.

Pemerintah Jepang menilai penghapusan mata uang dolar dalam transaksi perdagangan akan mengurangi biaya valuta asing perusahaan Cina dan Jepang. Sekaligus merupakan upaya mencegah terjadinya penurunan nilai tukar Yuan terhadap dolar, dan turunnya tingkat kompetisi perusahaan-perusahaan besar negara ini di pasar internasional

Gelombang penghapusan mata uang dolar dari alat tukar uang internasional dewasa ini semakin menguat dari sebelumnya.

Iran dan Rusia juga berencana menghapus mata uang dolar dari transaksi bilateral. Pernyataan ini dikemukakan Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam pembicaraan dengan sejawatnya dari Rusia Dmitry Medvedev.

Dalam pembicaraan via telpon yang berlangsung Kamis (5/1), kedua belah pihak menyerukan perluasan hubungan ekonomi antara kedua negara. Ahmadinejad dan Medvedev menegaskan urgensi menggunakan mata uang nasional dalam transaksi komersial bersama, dan mendesak penghapusan dolar AS dalam perdagangan bilateral. | IRIB Indonesia
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016