News Update :

Tentang Penembakan Di Aceh, Berita Versi TribunNews Menyesatkan

Jumat, 06 Januari 2012




Idi | Acehtraffic.com - Dua berita versi Serambinews yang berjudul Dua Pemberondong Barak PT Jimmulya Ditangkap dengan versi TribunNews yang juga patner onlinenya sangat membingungkan. TribunNews menurunkan berita berjudul Dua Tersangka Penembakan di Aceh Berprofesi Sebagai Petani yang ditanyang dari Jakarta, Jum'at [6/1].

Judul berita TribunNews tersebut menjustifikasi seluruh penembakan yang terjadi di Aceh dilakukan oleh dua orang, seperti yang diberitakan Tribun itu. Dalam beritanya Tribun juga salah menyebutkan nama kecamatan ketika menurunkan kalimat tak lansung yang diucapkan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution yang berbunyi 
"tersangka masing-masing berinisial M alias P bin AR warga Hutabalang, Bireun, Aceh Utara dan I alias D bin M warga Sabang, Aceh Utara. "Keduanya bekerja sebagai petani,".
Seharusnya, "tersangka masing-masing berinisial M alias P bin AR warga Kutablang, Bireuen, dan I alias D bin M warga Sawang, Aceh Utara. "Keduanya bekerja sebagai petani,".
SerambiNews menyebutkan, Dua dari empat pelaku pemberondongan tempat penimbunan minyak di barak pekerja PT Jimmulya, sub PT Saripari Geosains yang bekerja untuk Zaratex NV dan terjadi Jumat (23/12) dini hari lalu, ditangkap polisi. Kedua pelaku yang kini ditahan di Mapolda Aceh itu berinisial M (27) dan I (29). Sementara dua lainnya yang masih dalam pengejaran itu berinisial WL dan MK. Bersama keduanya diduga ada dua pucuk senjata api. Seperti diketahui tidak ada korban jiwa dalam pemberondongan itu.
Sedangkan TribunNews memberitakan bahwa Dua tersangka penembakan di barak pekerja perkebunan karet milik PT Satya Agung, di Krueng Jawa, Uram Jalan, Geureudong Pase, Aceh Utara, pada 4 Desember 2011 lalu berprofesi sebagai petani, masing-masing berinisial M alias P bin AR warga Hutabalang, Bireun, Aceh Utara dan I alias D bin M warga Sabang, Aceh Utara.
Pemberitaan media yang tidak akurat dan sesuai fakta sangat disayangkan ketika dikonsumsi oleh masyarakat. Disamping membingungkan juga sangat menyesatkan pembacanya. Mohon untuk segera dievaluasi demi pembaca kita yang mulia. | AT | RI |
Berikut cuplikan aslinya:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua tersangka penembakan di barak pekerja perkebunan karet milik PT Satya Agung, di Krueng Jawa, Uram Jalan, Geureudong Pase, Aceh Utara, pada 4 Desember 2011 lalu berproesi sebagai petani.
Keduanya bukan pelaku utama, melainkan joki yang dibayar para pelaku penembakan untuk mengendarai sepeda motor.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution mengungkapkan bahwa tersangka masing-masing berinisial M alias P bin AR warga Hutabalang, Bireun, Aceh Utara dan I alias D bin M warga Sabang, Aceh Utara. "Keduanya bekerja sebagai petani," ucap Saud di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (6/1/2012).
Kedua pelaku utama penembakan masih dalam pengejaran polisi. "Mereka hanya sebagai joki sepeda motor yang digunakan pelaku penembakan, sedangkan pelakunya masih dalam pencarian," ucap Saud.
Satu identitas pelaku berinisial W sudah diketahui polisi. Selain itu, dari dua tersangka yang ditangkap polisi pada 29 Desember 2011 lalu disita barang bukti berupa satu buah sepeda motor RX King, satu buah helm yang dipakai DPO pelaku penembakan, dan jaket hitam.
"Dari hasil pemeriksaan ke dua tersangka, saat ini belum mengarah terhadap kasus-kasus penembakan yang lain. Kasusnya murni masih berdiri sendiri," ungkapnya.
Pada 4 Desember 2011 lalu terjadi penembakan di barak pekerja perkebunan karet milik PT Satya Agung, di Krueng Jawa, Uram Jalan, Geureudong Pase, Aceh Utara. Tiga korban tewas dalam peristiwa itu adalah Sukatno, Heryanto, dan Sugiarto. Sementara 4 korban kritis dan 1 luka ringan akibat muntahan peluru tajam pelaku.

BANDA ACEH - Dua dari empat pelaku pemberondongan tempat penimbunan minyak di barak pekerja PT Jimmulya, sub PT Saripari Geosains yang bekerja untuk Zaratex NV dan terjadi Jumat (23/12) dini hari lalu, ditangkap polisi. Kedua pelaku yang kini ditahan di Mapolda Aceh itu berinisial M (27) dan I (29). Sementara dua lainnya yang masih dalam pengejaran itu berinisial WL dan MK. Bersama keduanya diduga ada dua pucuk senjata api. Seperti diketahui tidak ada korban jiwa dalam pemberondongan itu.

Penegasan itu disampaikan Kapolda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan, saat konferensi pers akhir tahun 2011 di Mapolda Aceh, Sabtu (31/12) sore. Menurut Kapolda, keempat pelaku pemberondongan yang telah tertangkap dan dua lainnya yang masih buron itu tercatat sebagai warga Lhokseumawe dan Bireuen. 

Dari motif pemberondongannya, sebut Iskandar, masih dikategorikan sebagai tindak kriminal murni dan tidak ada sangkut pautnya dengan politik atau situasi Aceh saat ini. “Bila kita cermati dari isi surat yang pernah dikirimkan oleh pelaku ke pimpinan perusahaan itu, jelas mengarah ke ancaman. Tujuan mereka ingin memeras dan mencari uang. Dan kami harap dua pelaku lainnya yang masih buron itu, bisa cepat tertangkap,” harapnya. 

Kapolda juga berharap agar kasus sebelumnya, seperti pelaku kasus penembakan yang terjadi beberapa waktu lalu di PT Satya Agung dan serangkaian kasus teror lainnya dapat segera tertangkap.

Jenderal bintang dua itu menjelaskan dari dua pelaku yang sudah tertangkap itu, polisi mengamankan barang bukti (BB) di antaranya satu sepeda motor Yamaha RX King, helm, dan jaket yang digunakan pelaku saat melakukan pemberondongan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat pria bersenjata api (senpi) meneror tim surveyor minyak dan gas (migas) yang bekerja untuk Zaratex NV di Desa Lagang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Jumat (23/12) sekira pukul 03.15 WIB. Teror dilakukan dengan memberondong tempat penimbunan minyak di barak pekerja PT Jimmulya, sub dari PT Saripari Geosains yang bekerja untuk Zaratex NV. Selain itu, pelaku meninggalkan sepucuk surat ancaman yang intinya meminta “pajak preman” dari perusahaan tersebut.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016