Tokyo |
Acehtraffic.com - Menteri
Pertahanan Jepang Yasuo Ichikawa terancam dipecat dari jabatannya setelah melontarkan
komentar-komentar yang menyulut kemarahan publik. Termasuk, menyebut pemerkosaan seorang anak
perempuan berumur 12 tahun oleh tiga prajurit AS sebagai "insiden pesta
seks".
Ichikawa, yang baru menjabat empat bulan, dikecam oleh parlemen Jepang pada Desember lalu. Menurut sejumlah media Jepang termasuk Jiji Press seperti dilansir AFP, Sabtu [7/1], Ichikawa dan Menteri Urusan Konsumen Kenji Yamaoka diperkirakan akan dicoret dari kabinet dalam perombakan kabinet yang akan dilakukan Perdana Menteri Yoshihiko Noda dalam waktu dekat.
Noda yang mulai menjabat pada awal September lalu, tengah mempertimbangkan untuk memberhentikan kedua menteri tersebut. Ini sebagai upaya menggalang kerja sama dengan kubu oposisi yang menguasai majelis tinggi parlemen guna meluluskan RUU paket reformasi pajak dan sosial.
Ichikawa menuai kecaman publik setelah belum lama ini berkomentar mengenai insiden pemerkosaan ga dis kecil Jepang oleh tiga tentara AS di Okinawa pada tahun 1995 silam. Kejadian pemerkosaan itu telah semakin memicu kemarahan warga Jepang akan keberadaan militer AS di negeri itu.
Namun dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu, Ichikawa mengatakan bahwa dirinya tidak tahu detail pemerkosaan itu. Dia bahkan menyebutnya sebagai "insiden pesta seks."
Pejabat tinggi Jepang itu juga menja di sorotan publik setelah tidak hadir di acara resmi di istana pada November lalu untuk menghormati keluarga kerajaan Bhutan yang berkunjung. Ichikawa memilih menghadiri acara penggalangan dana politik yang menurutnya "lebih penting".
Sementara Menteri Urusan Konsumen Kenji Yamaoka menuai kecaman gara-gara pernyataannya saat berpidato pada 1 Januari lalu. "Saya priba di berpikir tsunami terbesar berikutnya yang akan datang segera kemungkinan adalah kejatuhan euro," tuturnya kala itu.
Pernyataan itu dianggap meremehkan para korban gempa bumi dan tsunami dahsyat di Jepang pada Maret 2011 lalu yang menewaskan sekitar 20 ribu orang.
PM Noda kemungkinan akan melakukan perombakan kabinet pada pekan depan atau sebelum sesi parlemen dibuka kembali pada akhir Januari ini. Partai oposisi utama Liberal Democratic Party [LDP] telah mengancam akan memboikot sesi parlemen jika kedua menteri itu tetap dipertahankan.| AT | DT |
Ichikawa, yang baru menjabat empat bulan, dikecam oleh parlemen Jepang pada Desember lalu. Menurut sejumlah media Jepang termasuk Jiji Press seperti dilansir AFP, Sabtu [7/1], Ichikawa dan Menteri Urusan Konsumen Kenji Yamaoka diperkirakan akan dicoret dari kabinet dalam perombakan kabinet yang akan dilakukan Perdana Menteri Yoshihiko Noda dalam waktu dekat.
Noda yang mulai menjabat pada awal September lalu, tengah mempertimbangkan untuk memberhentikan kedua menteri tersebut. Ini sebagai upaya menggalang kerja sama dengan kubu oposisi yang menguasai majelis tinggi parlemen guna meluluskan RUU paket reformasi pajak dan sosial.
Ichikawa menuai kecaman publik setelah belum lama ini berkomentar mengenai insiden pemerkosaan ga dis kecil Jepang oleh tiga tentara AS di Okinawa pada tahun 1995 silam. Kejadian pemerkosaan itu telah semakin memicu kemarahan warga Jepang akan keberadaan militer AS di negeri itu.
Namun dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu, Ichikawa mengatakan bahwa dirinya tidak tahu detail pemerkosaan itu. Dia bahkan menyebutnya sebagai "insiden pesta seks."
Pejabat tinggi Jepang itu juga menja di sorotan publik setelah tidak hadir di acara resmi di istana pada November lalu untuk menghormati keluarga kerajaan Bhutan yang berkunjung. Ichikawa memilih menghadiri acara penggalangan dana politik yang menurutnya "lebih penting".
Sementara Menteri Urusan Konsumen Kenji Yamaoka menuai kecaman gara-gara pernyataannya saat berpidato pada 1 Januari lalu. "Saya priba di berpikir tsunami terbesar berikutnya yang akan datang segera kemungkinan adalah kejatuhan euro," tuturnya kala itu.
Pernyataan itu dianggap meremehkan para korban gempa bumi dan tsunami dahsyat di Jepang pada Maret 2011 lalu yang menewaskan sekitar 20 ribu orang.
PM Noda kemungkinan akan melakukan perombakan kabinet pada pekan depan atau sebelum sesi parlemen dibuka kembali pada akhir Januari ini. Partai oposisi utama Liberal Democratic Party [LDP] telah mengancam akan memboikot sesi parlemen jika kedua menteri itu tetap dipertahankan.| AT | DT |


0 komentar:
Posting Komentar