
Banda Aceh | Acehtraffic.com - Sejumlah anggota DPRA membantah pernah memesan atau membeli puluhan mobil mewah eks Singapura yang sudah tiba di Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar, pada Minggu [1/1]. Mereka mensinyalir pihak importir mobil menggunakan kuota DPRA untuk dijual kepada orang lain.
Anggota DPRA Ibnu Rusdi, Rabu (4/1) menyebutkan, sepengetahuannya, setelah beberapa kali rapat dengan pihak importir, yakni PT Keuneukai Lestari Sabang, banyak anggota dewan yang ikut rapat tak menggunakan kuotanya untuk membeli mobil eks Singapura.
Di sisi lain, kata Ibnu Rusdi, apabila tak melakukan impor dalam batas waktu yang ditetapkan departemen perdagangan, maka perusahaan itu akan diblacklist. “Jadi perusahaan itu bisa diwanprestasikan. Mungkin, mereka mencari jalan untuk menyelamatkan perusahaannya,” kata Ibnu Rusdi.
Salah satu penyebab para anggota dewan tak jadi memesan mobil eks Singapura tersebut, kata Ibnu Rusdi, sebab pihak importir hanya menjalankan tugas mengimpor, tak terkait dengan harga. Masalah harga, mereka minta dinegosiasikan oleh anggota dewan pribadi,” katanya.
Itulah sebabnya, banyak anggota dewan yang mengurungkan niatnya untuk memesan mobil eks Singapura tersebut. “Saya sendiri tidak ambil mobil tersebut,” katanya.
Anggota DPRA Tanwir Mahdi juga mengatakan hal sama. Tanwir heran, mengapa mobil tersebut diimpor ke Aceh mengatasnamakan anggota DPRA. Padahal, kata Ketua Fraksi Demokrat di DPRA itu, saat importir menyosialisasikan harga dari jenis-jenis mobil yang akan diimpor, para anggota dewan banyak yang merasa tak cocok.
“Tidak ada anggota dewan yang bertransaksi saat itu, tapi lucunya, importir menggunakan kuota anggota dewan itu,” katanya.
Anggota DPRA Dalimi menambahkan hal ini patut dipertanyakan karena para anggota dewan banyak yang merasa tak memesan mobil impor tersebut. “Bisa saja menggunakan kuota anggota dewan, tapi mobil tersebut diperdagangkan pada orang lain,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Basri Hasyim, pihak PT. Keuneukai Lestari Sabang belum bisa dihubungi. Dihubungi ke via selulernya untuk memastikan siapa saja anggota dewan yang memesan mobil tersebut, nomor Basri Hasyim tak aktif.
Seperti diberitakan, sebanyak 37 dari 47 unit mobil mewah eks Singapura yang diminta izin impornya oleh DPR Aceh melalui Kementrian Perdagangan sudah tiba di pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Minggu [1/1].
Izin pertama impor mobil ini diberikan yakni tanggal 19 Januari 2011 hingga tanggal 30 Juni 2011, tapi pihak PT Keuneukai Lestari belum mampu melakukan impor atas 48 unit kenderaan tersebut. Dikarenakan masa izin impornya sudah habis, lalu DPRA dikabarkan sempat mengirimkan surat permohonan perpanjangan izin dengan nomor surat 513/1386 tanggal 30 Mei 2011. | AT | HA |
Izin pertama impor mobil ini diberikan yakni tanggal 19 Januari 2011 hingga tanggal 30 Juni 2011, tapi pihak PT Keuneukai Lestari belum mampu melakukan impor atas 48 unit kenderaan tersebut. Dikarenakan masa izin impornya sudah habis, lalu DPRA dikabarkan sempat mengirimkan surat permohonan perpanjangan izin dengan nomor surat 513/1386 tanggal 30 Mei 2011. | AT | HA |

0 komentar:
Posting Komentar