News Update :

Myanmar Gencatan Senjata Dengan Pemberontak Karen

Jumat, 13 Januari 2012

Pa-An |Acehtraffic.com - Pemerintah Myanmar pada, Kamis 12 Januari 2012 menandatangani gencatan senjata dengan pemberontak suku Karen. Perlawanan suku ini sudah berlangsung paling lama di dunia.

Pemerintah dan 19 anggota perutusan Bangsa Karen Bersatu (KNU) menyetujui 11 pasal dan menandatangani dua perjanjian untuk mengakhiri permusuhan antara tentara dengan Tentara Pembebasan Bangsa Karen (KNLA).

Keduanya memulai pembicaraan menuju penyelesaian politik atas sengketa 62 tahun itu.

Gencatan senjata tersebut merupakan langkah awal menuju pencabutan hukuman selama dua dasawarsa yang dijatuhkan Uni Eropa dan Amerika Serikat terhadap Myanmar.

Negara-negara tersebut bakal meninjau kembali sanksinya atas Myanmar jika ada perdamaian dengan suku. Pembicaraan perdamaian sudah diselenggarakan enam kali sejak 1949, namun tak ada kesepakatan langgeng.Baru kali inilah pembicaraan tersebut berhasil.
Wakil pemimpin perutusan KNU, Saw David Htaw, menyatakan iklim perubahan di Myanmar di bawah pemerintah baru mempengaruhi keberhasilan perundingan tersebut. "Kami belum pernah lebih percaya diri dalam pembicaraan.

Perundingan perdamaian tak dapat dihindari sekarang, itu yang kita harus melewati tanpa gagal," katanya kepada Reuters yang dilansir Antara, Kamis (12/1) malam.

"Rakyat telah mengalami ketakutan yang cukup lama. Saya yakin mereka akan sangat senang mendengar berita ini. Saya harap mereka dapat sepenuhnya menikmati rasa manis perdamaian kali ini," katanya.
Saw David Htaw memuji perunding perdamaian pemerintah dengan menyebutnya jujur dan tulus. Dia mencontohkan, seperti masalah hukuman, perdamaian dengan KNU yang penting bagi kepentingan ekonomi Myanmar.

Otonomi
Sejumlah negara Barat menuntut Burma mengakhiri perang dengan pemberontak Karen sebelum Barat menjalin hubungan lebih baik dengan pemerintah Burma.

Pemberontak Karen memperjuangkan otonomi selama 63 tahun terakhir dan sebelumnyai tercatat sebagai satu-satu kelompok pemberontak utama di Burma yang belum menandatangani kesepakatan damai dengan pemerintah.
Para personil dari kelompok pemberontak Karen, yang disebut-sebut sudah berupaya memperjuangkan wilayah sendiri yang lebih merdeka di Myanmar sejak 60 tahun terakhir.
Pemerintah Burma telah mengadakan gencatan senjata dengan 17 kelompok pemberontak lain sejak tahun 1989.

Pada 2011 pemerintah mengadakan perundingan di dekat perbatasan Burma-Thailand dengan sejumlah kelompok etnik termasuk Shan dan Karen. Shan adalah kelompok pemberontak suku yang berada di negara bagian Shan, Burma timur laut.

Berbagai upaya mengakhiri konflik internal ini merupakan bagian dari upaya besar yang ditempuh pemerintah sipil dukungan militer sejak berkuasa menyusul pemilihan umum pada November 2010.

Pemilu tersebut tercatat sebagai pemilihan umum pertama di Burma selama 20 tahun terakhir.| Republika | BBC
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016