
Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Unit Kebudayaan Aceh Institut Teknologi Bandung (UKA-ITB), adalah sebuah organisasi resmi yang dibentuk oleh Mahasiswa dan Mahasiswi Aceh di Institut Teknologi Bandung [ITB], mereka sadar betul akan peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan ini. Senin 16 Januari 2012.
Organisasi ini dibentuk sejak tahun 1989,telah menjadi salah satu icon utama budaya Aceh di Bandung dan sekitarnya. Dalam perjalanannya, UKA-ITB terus mengadakan berbagai macam kegiatan dan penampilan-penampilan khas Aceh di Kampus ITB, serta menjadi pengisi acara di Bandung, Jakarta bahkan sampai ke Singapura di acara Singapore Heritage Festival Juni 2011 lalu.
Pada tahun 2012 ini, UKA-ITB akan menghelat sebuah acara akbar bertajuk Gelar Budaya Aceh [GBA] 2012. Kegiatan ini diselenggarakan dengan mempertimbangkan kondisi Aceh yang telah melewati banyak fasa kehidupan; kegigihan melawan penjajah, konflik berkepanjangan, hingga Tsunami 26 Desember 2004.
Karena Aceh adalah daerah yang hidup dari semangat maka GBA 2012 sengaja dirancang untuk menampilkan persembahan yang menyegarkan semangat-semangat yang ada dalam setiap jiwa untuk bergerak, maju untuk Aceh. Sehingga GBA 2012 diberi tema “Bunga Jeumpa” yang bermakna semangat tiada mati, persis seperti bunga jeumpa yang tetap menebar keharuman meski telah layu.
Acara GBA ini juga diselenggarakan dalam rangka mendukung dan ikut mensukseskan program pemerintah “Visit Aceh 2013”. Karena untuk meningkatkan jumlah pendatang/turis yang berminat mengunjungi Aceh, tentu tidak cukup dengan gembar-gembor di dalam Aceh saja. Justru promosi ke daerah-daerah luar yang penting dilakukan.
Ketua Pelaksana GBA melalui siaran persnya mengatakan “Dukungan moral dari alumni dan masyrakat Aceh di Bandung [KAMABA] sudah datang dari Pak Mawardy Nurdin, Pak Azwar Abubakar, Pak A.D. Pirous, Pak Marzuki Abdullah, Pak Zulkarnain Yusuf, Pak T. Muda Aryadi, Pak Kamal Arif, Pak Daud Nurdin dan masyarakat Aceh lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia dan dunia”. Ujar Muhammad Ichsan.
Dukungan terbaik juga datang dari sahabat-sahabat di kampus ITB yang bukan berasal dari Aceh yang karena kepeduliannya terhadap budaya Aceh, kini bersama-sama kami menjadi panitia pelaksana GBA.
Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB ini mengatakan “Kami nekat saja bermodal kebanggaan yang sangat tinggi akan budaya Aceh dan semangat pengabdian generasi muda, optimis dapat mewujudkan acara besar ini”. Ungkap Muhammad Ichsan.
Ia menambahkan “Bahkan dengan keadaan sampai saat ini dana yang dibutuhkan masih jauh dari cukup, kami akan terus berjuang dengan keyakinan bahwa para stakeholder di Aceh baik dari perusahaan apalagi pemerintah tentu sepakat dan sejalan dengan tujuan kami melestarikan budaya Aceh”. tambahnya.
Mereka menilai bahwa di tengah hebohnya berita penembakan di Aceh saat ini dan berbagai isu negatif terkait Pilkada, kita tunjukkan pada dunia bahwa Aceh punya sejuta hal positif yang sangat membanggakan, namanya kekayaan budaya.”
Melalui 3 rangkaian acaranya, Pelatihan Tari, Pameran, dan Malam Pagelaran, GBA 2012 akan menjadi media promosi kekayaan seni-budaya, kuliner, pariwisata, dan tentunya kerajinan Aceh di tanah Jawa terutama di Bandung, Jawa Barat dan sekitarnya.
Di Pelatihan Tari yang akan diikuti oleh sekitar 300 masyarakat umum Bandung selama bulan Februari nanti, setiap peserta disiapkan menjadi agen budaya kita dan dilibatkan dalam perkenalan antarbudaya melalui interaksi selama pelatihan.
Yang paling menarik adalah, hasil pelatihan akan dipentaskan serempak ratusan penari dan langsung dibuka oleh Sekda Jawa Barat, Bapak Lex Laksamana, tepatnya pada hari Pameran GBA tanggal 2 Maret 2012 di Kampus ITB.
Dimana Pameran sendiri akan berisi stand-stand yang menampilkan ragam budaya Aceh berupa kuliner, sejarah, kostum, pariwisata, alat musik, kerajinan, dan lainnya.
Sementara itu Malam Pagelaran yang merupakan puncak dari seluruh rangkaian GBA akan mempaparkan kisah kolosal perjuangan Cut Nyak Dhien yang mewakilkan semangat Aceh.
Pemaparan kisah ini akan dikemas dalam pertunjukan drama tari yang akan menuntun para pemirsa ke dalam sebuah semangat yang mengagumkan, dilengkapi dengan berbagai macam tarian yang indah & nyanyian menawan khas Aceh.
Aktris Christine Hakim yang pernah memerankan Cut Nyak Dhien di film nasional telah menyatakan akan ikut hadir di acara ini. Begitu juga dengan penyanyi kebanggaan Aceh, RAFLY tentu akan semakin menggugah seluruh hadirin di Auditorium Sasana Budaya Ganesha [Sabuga] pada tanggal 3 Maret 2012. Semangat adalah buah tangan yang akan mengakhiri seluruh rangkaian GBA 2012 ini.
Tapi acara sebesar ini dengan berbagai tujuan mulia didalamnya ini tidak akan bisa terwujud tanpa adanya kerja sama dari berbagai pihak. Untuk mewujudkan acara yang disebutkan diatas, total dana yang dibutuhkan minimal 200 juta rupiah.
Sampai saat ini, para mahasiswa Aceh di ITB yang sekaligus menjadi panitia acara, masih terus berjuang keras mendapat perhatian dan bantuan dari Pemerintah Aceh, Disbudpar, serta perusahaan-perusahaan di Aceh.
Karena jika bukan kita, siapa lagi yang bisa diharapkan peduli pada keberlangsungan kebudayaan Aceh? Panitia juga mengharapkan segala bentuk doa kebaikan agar acara beserta tujuan-tujuan baik di dalamnya dapat terwujudkan dengan baik pula. Rekan-rekan yang ingin menghubungi panitia bisa melalui Edy (085260089689) atau melalui webnya Unit Kebudayaan Aceh - Institut Teknologi Bandung [UKA-ITB]. | AT | AG | YD |

0 komentar:
Posting Komentar