Medan | Acehtraffic.com - Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah
Sumatera Utara bersama Aliansi Umat Islam Bersatu sekaligus ormas Islam
Sumatera Utara menggelar Aksi di depan kantor Wali Kota Medan. Demikian rilis
yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com, Jumat [6/1].
Adapun maksud dan tujuan dalam aksi tersebut yaitu agar pihak pemerintah
membangun kembali rumah peribadahan umat Islam atau Mesjid Al-Ikhlas di Jalan
Timor Medan yang dirobohkan lebih dari 6 bulan yang lalu.
“Sampai sekarang ini pihak pemerintahan belum bisa menjelaskan status hukum
mesjid tersebut. kabar yang beredar saat ini bahwa tanah tersebut akan dibangun
sebuah perusahaan bagi pengembang”, demikian yang disampaikan Oleh Muhammad
Iqbal lewat rilis yang disampaikannya ke bagian redaksi.
“Seharusnya bangsa ini yang mayoritas sebagai umat islam harus bisa menjaga
dan melastarikan Rumah Peribadatan bagi kaum muslimin, tapi yang kita lihat
malah sebaliknya. pemerintah mengutamakan pengembangan perusahaan dan
menyingkirkan mesjid mesjid yang ada di perkotaan, "ungkap Iqbal.
"Kita sebagai Ikatan Pelajar Muhammadiyah yang akan mengurus bangsa ini
akan datang wajib menyikapi hal tersebut. Jangan sampai bangsa yang sudah
bobrok ini akan diwariskan kepada kita, sehingga kita merasakan tanggungan
beban yang sangat besar nantinya. Sah - sah saja jika pemerintah Kota Medan
ingin membangun usaha di tiap daerah, tetapi juga tidak bisa mengabaikan tempat
Ibadah bagi umat muslim, "tambahnya.
Setelah mengadakan Sholat Ashar berjamaah di depan pintu Wali Kota Medan
kehadiran aksi tersebut disambut oleh sekertaris daerah kota Medan. Pihak Pemko
sendiri Akan berjanji dalam waktu dekat akan memproses segala alur yang
menyebabkan mesjid itu dirubuhkan.
Pernyataan pihak Walikota Medan tersebut langsung ditanggapi oleh Amirullah
Hidayat selaku Alumni IPM Sumatera Utara yang mengatakan bahwa kalau tidak ada
tanggapan yang serius dari pemerintah, maka organisasi otonom Muhammadiyah di
Sumatera Utara akan membawa masa yang lebih besar lagi dan akan menutup jalan –
jalan di kota Medan. “Harga mati agar Masjid dibangun kembali”, ujarnya.| AT | TS |


0 komentar:
Posting Komentar