Banda Aceh | Acehtraffic.com - Jenazah Gunoko, 30, korban
tewas dalam pemberondongan barak pekerja bangunan di Simpang Aneuk Galong
Sibreh, dipulangkan ke daerah asalnya, Sabtu 7 Januari 2012. Jasad korban
diberangkatkan dengan pesawat Garuda dari Bandara Sultan Iskandar Muda Blang
Bintang sekitar pukul 11.45 WIB menuju Bandara Ahmad Yani Semarang.
Ahmad Sodiq, keluarga korban mengatakan, Gunoko berasal dari Desa Donorejo, Karang Tengah, Demak, Jawa Tengah. Korban meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.
Sebelum diberangkatkan, jenazah Gunoko sempat disemayamkan di ruang jenazah Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh. Pihak penanggung jawab pembangunan toko yang dikerjakan Gunoko bersama rekan-rekannya menanggung semua biaya pemulangan dan pemakaman jenazah.
Gunoko tewas akibat peluru yang bersarang di kepalanya. Dokter angkat tangan, tak mampu mengeluarkannya. Kondisi korban kian melemah dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 17.00 WIB, Jumat 6 Januari 2012.
Gunoko adalah satu dari tiga korban penembakan di Simpang Aneuk Galong Sibreh, Aceh Besar. Dua korban lainnya yaitu Agus Swetyo dan Sotiku Anas kondisinya mulai membaik.
Dr. Fahrul Djamal, salah seorang tim dokter yang menangani korban mengatakan, dua pasien luka tembak itu telah berangsur pulih dan akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap. Selama dua hari terakhir korban dirawat intensif di ruang ICCU rumah sakit milik pemerintah itu.
"Keadaan mereka sudah mulai normal, tinggal menunggu kondisinya stabil, besok sudah bisa dipindahkan ke ruang inap dan sekitar dua atau tiga hari lagi sudah bisa pulang," ujarnya.
Terkait rentetan kekerasan bersenjata di Aceh, Presiden SBY sudah memberi arahan kepada Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo untuk menanganinya. Perintah Presiden, agar Kapolri mengusut tuntas kasus ini, sekalipun ada dugaan oknum aparat yang terlibat.
"Presiden sudah memberi arahan kepada Kapolri. Kalau memang terbukti ada oknum untuk segera ditangkap," ujar Julian. Apakah ada indikasi penembakan ini terkait jelang Pilkada Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam? "Belum tahu, kita tunggu hasil investigasi dari kepolisian," ujarnya.| AT | VV |
Ahmad Sodiq, keluarga korban mengatakan, Gunoko berasal dari Desa Donorejo, Karang Tengah, Demak, Jawa Tengah. Korban meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.
Sebelum diberangkatkan, jenazah Gunoko sempat disemayamkan di ruang jenazah Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh. Pihak penanggung jawab pembangunan toko yang dikerjakan Gunoko bersama rekan-rekannya menanggung semua biaya pemulangan dan pemakaman jenazah.
Gunoko tewas akibat peluru yang bersarang di kepalanya. Dokter angkat tangan, tak mampu mengeluarkannya. Kondisi korban kian melemah dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 17.00 WIB, Jumat 6 Januari 2012.
Gunoko adalah satu dari tiga korban penembakan di Simpang Aneuk Galong Sibreh, Aceh Besar. Dua korban lainnya yaitu Agus Swetyo dan Sotiku Anas kondisinya mulai membaik.
Dr. Fahrul Djamal, salah seorang tim dokter yang menangani korban mengatakan, dua pasien luka tembak itu telah berangsur pulih dan akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap. Selama dua hari terakhir korban dirawat intensif di ruang ICCU rumah sakit milik pemerintah itu.
"Keadaan mereka sudah mulai normal, tinggal menunggu kondisinya stabil, besok sudah bisa dipindahkan ke ruang inap dan sekitar dua atau tiga hari lagi sudah bisa pulang," ujarnya.
Terkait rentetan kekerasan bersenjata di Aceh, Presiden SBY sudah memberi arahan kepada Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo untuk menanganinya. Perintah Presiden, agar Kapolri mengusut tuntas kasus ini, sekalipun ada dugaan oknum aparat yang terlibat.
"Presiden sudah memberi arahan kepada Kapolri. Kalau memang terbukti ada oknum untuk segera ditangkap," ujar Julian. Apakah ada indikasi penembakan ini terkait jelang Pilkada Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam? "Belum tahu, kita tunggu hasil investigasi dari kepolisian," ujarnya.| AT | VV |


0 komentar:
Posting Komentar