
Teheran | Acehtraffic.com - Menteri Pertahanan Republik Islam Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengumumkan bahwa pada Februari mendatang Tehran berencana meluncurkan satelit ke ruang angkasa dan menjalankan beberapa proyek militer negara ini.
Jenderal Vahidi mengatakan bahwa rencana itu akan dilakukan selama perayaan Sepuluh Hari Fajar (01-10 Februari), di mana menandai ulang tahun ke-34 kemenangan Revolusi Islam Iran pada tahun 1978.
Menteri pertahanan Iran menambahkan bahwa beberapa proyek yang berhubungan dengan infrastruktur negara akan menjadi operasional selama acara ulang tahun pada bulan Februari mendatang.
Pada tanggal 12 November, Menham Vahidi mengumumkan bahwa Iran akan meluncurkan tiga satelit produksi dalam negeri ke ruang angkasa yang dijuluki dengan Fajr (Fajar), Navid (Pelopor) dan Tolou (Terbit).
Lebih lanjut, dia menandaskan satelit Fajr akan diluncurkan ke angkasa dengan satelit pembawa Safir-e-Fajr sementara Navid dan Tolou akan dipasang pada pembawa Simorgh (Phoenix) Iran untuk mengangkatnya.
Jenderal Vahidi juga menyatakan bahwa eksplorasi ruang angkasa Iran dimaksudkan untuk menyelidiki kosmos dan mengungkap misteri alam semesta.
Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa satelit Navid memiliki berat 50 kilogram dan dapat mengambil gambar dalam ketinggian rendah sekitar 250-375 kilometer dari bumi.
Para pejabat kedirgantaraan Iran sebelumnya menyinggung tentang peluncuran Zafar (Triumph) pada 2012, satelit lain yang memiliki bobot 90 kilogram dan dijadwalkan berputar di seluruh dunia dalam orbit elips 500 kilometer.
Iran telah meluncurkan satelit pertama produksi dalam negerinya yaitu satelit Omid (Harapan) pada tahun 2009. Keberhasilan itu menjadikan Iran sebagai negara kesembilan yang memiliki kemampuan untuk meluncurkan satelit.
Pada tanggal 20 Juni 2011, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan bahwa negaranya telah memiliki akses ke teknologi yang mengembangkan berbagai satelit. Selain itu, Tehran juga akan segera meluncurkan satelit yang lebih besar dan akan ditempatkan dalam orbit lingkaran pada ketinggian hampir 35.000 kilometer (21.748 mil).
Iran adalah salah satu dari 24 anggota pendiri Komite PBB soal penggunaan ruang angkasa untuk tujuan damai yang didirikan pada tahun 1959.
Tehran juga berencana untuk meluncurkan misi pertama satelit berawak negara itu ke ruang angkasa pada 2019.(*) | IRIB Indonesia

0 komentar:
Posting Komentar