News Update :

Inilah Catatan Insiden Penembakan Dan Penggranatan Di Aceh Sejak 29 Nopember 2011 sampai 10 Januari 2012

Sabtu, 14 Januari 2012



Sebanyak 9  kasus terjadi secara berantai dan melahirkan korban jiwa, polisi hingga saat ini belum berhasil menangkap pelakunya.

Hanya 1 kasus lain yang sudah tertangkap, yaitu pengendara sepeda motor dalam kasus teror terhadap Subkantraktor perusahaan Surve Minyak dan Gas Zaratex NV di kecamatan Sawang Aceh Utara. 

Kantor pusat tim sukses calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan terletak di jalan Teuku Nyak Arif Banda Aceh, jelang dinihari tadi digranat oleh orang tak dikenal. Tak ada korban jiwa.   Penggranatan terjadi sekira pukul 23.40 WIB. Pelaku menggunakan sepeda motor melemparkan sebutir granat ke arah kantor yang dinamakan Seuramoe Irwandi-Muhyan tersebut.

Granat jatuh dan meledak di halaman kantor, sementara serpihannya mengenai dinding dan jendela, tak ada kerusakan serius berikut korban jiwa.

Malam itu sebuah granat yang dilemparkan orang tak dikenal kembali meledak di depan Mes Polhukam, Banda Aceh tepatnya di Jalan Tengku Daud Beureueh, Banda Aceh. Akibatnya, tiga mahasiswa yang berada dikawasan tersebut mengalami luka-luka.

Tiga korban ledakan granat itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin(RSUZA) Banda Aceh sesaat setelah peristiwa itu terjadi. Dua dari tiga korban itu adalah kakak beradik Erliana (23) dan Erlia (22). Keduanya tercatat sebagai mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dan seorang lagi korban bernama Ardema mahasiswa Fakultas Tehnik Unsyiah.

Lima orang tak dikenal memberon-dongkan tembakan ke arah belasan buruh perkebunan karet di Dusun Kru-eng Jawa, Desa Uram Jalan, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara, tersebut. Akibatnya, tiga orang tewas dan lima lainnya kritis. Setelah beraksi, lima penyerang bersenjata AK-47 dan SS-1 itu kabur dari lokasi.

Informasi dari tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, korban tewas adalah Ratno, 50; Heriyanto, 35; dan Sugiarto alias Sugeng, 45. Semua korban adalah warga Sampe Raya Bahorok, Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) Lima korban yang kritis, antara lain, Misman, 55, dan Harapan, 35, warga Langkat Korban kritis lain, Samin, 33, warga Aceh Tamiang; Erik, 21, warga Aceh Utara; dan Jhoni, 29, warga Lhokseumawe.

Pada tengah malam itu juga, semua korban tewas dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Lhokseumawe, dengan truk milik PT Satya Agung. Limakorban kritis dilarikan dengan ambulans dan kendaraan warga. Sekitar pukul 12.00 kemarin (5/12), korban tewas dijemput keluarga dan dibawa pulang ke kampung halaman msing-masing di Sumut.

Menurut saksi mata, lima orang itu mengenakan kaus hitam lengan panjang, celana jins, dan bersebo. Mereka muncul dari belakang barak dan menghampiri belasan penderes getah karet yang sedang minum kopi sambil nonton TV di warung Pak Tiyok, hanya beberapameter dari barak buruh.

"Kami disuruh keluar dari warung dan jongkok. Pemilik warung tidak. Salah seorang pelaku yang berbadan tegap meminta KTP. Beberapa orang menyerahkan kartu identitas. Mereka bilang para buruh itu bukan orang Aceh. Dalam hitungan detik, senpi menyalak," tutur seorang korban luka tembak yang dirawat di ruang ICU RSU Cut Meutia, Lhokseumawe. Dia meminta identitasnya dirahasiakan agar pelaku tidaktahu bahwa dirinya masih hidup.

Dia menambahkan, salah seorang korban yang masih hidup memohon pelaku agar menghentikan tembakan. Namun, mereka terus menembak hingga korban tewas. "Tidak ada yang berani kabur. Kami hanya menunduk. Setelah itu, saya tak sadarkan diri," katanya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso menyatakan sudah menurunkan tim ke TKP. "Dari olah TKP, polisi menemukan selongsong peluru AK-47 dan SS-1. Ada sekitar 20 butir selongsong dan bercak darah di lokasi," jelasnya.

Sekira pukul 15.00 WIB Gudang penyimpanan bahan bakar minyak di lokasi base camp PT Jimulia  rekanan PT Sari Pari Geosain SubKontraktor dari Zaratex NV perusahaan survei minyak dan gas di Ulee Dagang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, ditembaki sekelompok orang tak dikenal dengan senjata laras panjang.

Di lokasi polisi menemukan 25 butir selosong peluru, lima di antaranya masih aktif. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Penembakan yang berlangsung selama 30 menit itu mengenai empat drum bensin, namun tidak sampai meledak.

Saat kejadian tidak ada satu pun pekerja yang berani keluar, sementara seorang satpam yang bertugas menjaga keamanan di lokasi basecamp PT Zaratex menyelamatkan diri.  Abdul Wahab, salah seorang karyawan, menuturkan rentetan suara tembakan sempat mengejutkan para pekerja yang tengah istirahat.

Dalam kasus  dua yang bertugas sebagai  pengendara sepeda motor masing –masing M alias Turki (27) warga Kutablang Bireuen dan I alias Bongkeng (29) warga Gampong Babah Buloh, Sawang Aceh Utara ditangkap polisi. 

Sementara dua lainnya sebagai pelaku utama kelompok yang menamakan dirinya “KUCING JANTAN” masih buron. Polisi menyebutkan, sedang mengembangkan kasus ini,  dan Polisi belum memutuskan kelompok "Kucing Jantan" terlibat dalam aksi  kejahatan penembakan lainnya.

Pukul 20.30 Wib di jalan T. Iskandar, Desa Ilee, Ulee Kareng, Banda Aceh. Seorang warga tewas ditembak, malam. Korban diketahui bernama Wagino (40). Kejadian sekitar pukul 20.30 wib itu, korban dikejar oleh dua orang menggunakan sepeda motor jenis Supra dan memakai tas pingang. “Korban lari ke arah toko boneka di dekat warnet Transformer, tiba-tiba terdengar suara tembakan dua kali. Korban tewas ditempat. Situs berita vivanews yang mengutip keterangan warga menyebutkan pelaku menggunakan senjata laras pendek.

Pukul 20.30 Wib Mess penampungan buruh pemasang kabel Optic Telkomsel di Jalan Bireuen-Banda Aceh, di Desa Blang Cot Tunong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, diberondong senjata api oleh dua pelaku yang mengendrai sepeda motor, akibatnya 10 pekerja tertembak dan tiga orang tewas ditempat.

Kabid Humas Polda Aceh Komisaris Besar Polisi (Kombes) Gustav Leo kepada SP menyebutkan pemberondongan dilakukan oleh dua orang yang mengendrai sepeda motor, saat terjadi penembakan di Mes ada 28 pekerja sedang duduk istirahat, pekerja semua dari pulau Jawa.

Dalam pemberondongan itu sebanyak tiga pekerja tewas dan tujuh orang mengalami luka-luka, korban tewas adalah Sunyoto (28), Suparno (31) keduanya dari Jember dan Daud (30) Bayuwangi, sementara korban luka tembak Andri (15) Hasan (35) Kirul (30) Imam (27) keempatnya dari Jember dan Aan (40), Kopral (32) Bonjol (30) ketiganya dari Bayuwangi, semua korban luka-luka saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum dr Fauziah, Bireuen. Di TKP pasca kejadian, polisi memasang polise line.

Kapolres Bireuen AKBP Yuri Karsono menyebutkan pelaku berjumlah dua orang menggunakan senjata AK-47 dan datang ke TKP dengan menggunakan sepeda motor, pasca kejadian aparat Polri bersama TNI langsung melakukan razia dibeberapa titik untuk menghambat pelarian pelaku.

Direktur RSU Bireuen dr Chandra ZA menyebutkan tiga korban yang tewas saat dibawa kerumah sakit sudah tidak bernyawa lagi sedangkan tujuh korban luka tembak saat ini masih dirawat di RS itu.
Pukul 19.05 Wib Penembakan secara sporadic,  seseorang menembaki yang menggunakan senjata menembaki mess  buruh bangunan yang sedang beristirahat setelah shalat magrib. Tiga buruh terluka dalam kejadain itu.

"Korbannya adalah buruh bangunan di Simpang Aneuk Galoeng Kec.Suka Makmur, Aceh besar. Pelaku menggunakan jaket hitam dan helm hitam tertutup. Menembak secara sproradis buruh yang sedang istirahat setelah shalat Magrib,"kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution di Mabes Polri Saud.

Adapun ke 3 korban tersebut dan masih di opname di RS di Banda Aceh yakni, 1. Gunoko (L) 30 tahun, 2. Agus Suwitnyo (L) 35 tahun, 3. Setibu Anos (L) 25 tahun. Gunoko akhirnya meninggal dalam perawatan dirumah sakit setempat.

Telah terjadi penembakan  di Blok B Seureukey Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 21:30 Wib, menurut informasi yang dihimpun dilapangan, satu orang tewas dalam kejadian tersebut. Korban yang tewas adalah bernama Suliadi, sedangkan Edi Karyawanto luka kritis dan dirawat  di Rumah Sakit TNI AD Lhokseumawe. 

Menurut informasi yang diperoleh oleh reporter www.acehtraffic.com,pelaku penembakan berjumlah sekitar lima orang , para pelaku tersebut menggunakan sepeda motor berjenis RX King. Namun tiba-tiba para pelaku tersebut singgah di sebuah warung kopi.

Setiba di warung kopi, para pelaku penembakan itu melontarkan pertanyaan, yaitu “Kemana arah menuju Langkahan”? Warga pun belum sempat menjawab pertanyaan itu, tiba-tiba dua pelaku langsung melepaskan tembakan kearah warga yang sedang berada di warung kopi itu secara brutal. Para pelaku juga menembak rumah warga yang berada disekitar warung kopi tersebut.

Tim Kepolisian dari Polres Aceh Utara menemukan barang bukti berupa 20 selongsong peluru senjata laras panjang AK.

Senin,  2 Januari 2012 pagi Empat pria bersenjata memukul dan mengancam tembak warga, S (35) di Desa Buket Jrat Mayang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara Korban asal Kecamatan Baktiya, Aceh Utara itu mengalami mishap berat.  Kapolres Aceh Utara, AKBP Farid BE, menyebutkan saat kejadian tersebut, korban sedang membersihkan kebun sawit di Desa Buket Jrat Mayang, Kecamatan Tanah Jambo Aye.

“Ketika dia sedang bekerja, korban mendengar suara grasak-grusuk di semak-semak. Lalu, dia mengambil kayu dan melempar ke arah suara itu. Kemudian, dari semak-semak keluar empat pria, menenteng dua senjata laras panjang. Langsung memukul korban, dan mengancam tembak korban,” terang AKBP Farid BE.

Ditambahkan, akibat dipukul oleh orang tak dikenal, korban mengalami patah pada bagian rusuk kiri dan kanan. “Saat ini, korban sudah di bawah perlindungan polisi. Kita belum bisa minta banyak keterangan dari korban, karena dia mengalami mishap berat Menindaklanjuti kasus ini, tim lapangan Polres Aceh Utara terus mengejar pelaku.

Pukul 04: 00 Wib rumah pribadi  wakil ketua DPRK Aceh Utara Misbahul Munir dari Partai Aceh yang sedang dalam proses pergantian antar waktu oleh Partai Aceh, pasca mencalonkan diri sebagai bupati Aceh Utara melalui jalur Independen, di Gampong Keude Krueng, Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara ditembaki dan di siram minyak dan bom melotov oleh OTK. Pelaku juga berusaha untuk membakar rumah tersebut.

Menurut amatan reporter www.acehtraffic.com pintu rumah terlihat menghitam,  disebabkan  pelaku juga melakukan pembakaran dan dibagian dinding rumah terlihat ada lubang-lubang kecil yang diakibatkan karena tembusan peluru. Namun dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. | acehtraffic.com | doc | RD
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016