Sebanyak
9 kasus terjadi secara berantai dan
melahirkan korban jiwa, polisi hingga saat
ini belum berhasil menangkap pelakunya.
Hanya
1 kasus lain yang sudah tertangkap, yaitu pengendara sepeda motor dalam kasus teror
terhadap Subkantraktor perusahaan Surve Minyak dan Gas Zaratex NV di kecamatan
Sawang Aceh Utara.
Kantor
pusat tim sukses calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan
terletak di jalan Teuku Nyak Arif Banda Aceh, jelang dinihari tadi digranat oleh
orang tak dikenal. Tak ada korban jiwa.
Penggranatan terjadi sekira pukul 23.40 WIB. Pelaku menggunakan sepeda
motor melemparkan sebutir granat ke arah kantor yang dinamakan Seuramoe
Irwandi-Muhyan tersebut.
Granat
jatuh dan meledak di halaman kantor, sementara serpihannya mengenai dinding dan
jendela, tak ada kerusakan serius berikut korban jiwa.
Malam
itu sebuah granat yang dilemparkan orang tak dikenal kembali meledak di depan
Mes Polhukam, Banda Aceh tepatnya di Jalan Tengku Daud Beureueh, Banda Aceh.
Akibatnya, tiga mahasiswa yang berada dikawasan tersebut mengalami luka-luka.
Tiga
korban ledakan granat itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin(RSUZA) Banda Aceh sesaat setelah peristiwa itu terjadi. Dua dari tiga korban
itu adalah kakak beradik Erliana (23) dan Erlia (22). Keduanya tercatat sebagai
mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dan seorang lagi korban bernama
Ardema mahasiswa Fakultas Tehnik Unsyiah.
Lima
orang tak dikenal memberon-dongkan tembakan ke arah belasan buruh perkebunan
karet di Dusun Kru-eng Jawa, Desa Uram Jalan, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh
Utara, tersebut. Akibatnya, tiga orang tewas dan lima lainnya kritis. Setelah
beraksi, lima penyerang bersenjata AK-47 dan SS-1 itu kabur dari lokasi.
Informasi
dari tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, korban tewas adalah Ratno, 50;
Heriyanto, 35; dan Sugiarto alias Sugeng, 45. Semua korban adalah warga Sampe
Raya Bahorok, Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) Lima
korban yang kritis, antara lain, Misman, 55, dan Harapan, 35, warga Langkat
Korban kritis lain, Samin, 33, warga Aceh Tamiang; Erik, 21, warga Aceh Utara;
dan Jhoni, 29, warga Lhokseumawe.
Pada
tengah malam itu juga, semua korban tewas dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Cut
Meutia, Lhokseumawe, dengan truk milik PT Satya Agung. Limakorban kritis
dilarikan dengan ambulans dan kendaraan warga. Sekitar pukul 12.00 kemarin
(5/12), korban tewas dijemput keluarga dan dibawa pulang ke kampung halaman
msing-masing di Sumut.
Menurut
saksi mata, lima orang itu mengenakan kaus hitam lengan panjang, celana jins,
dan bersebo. Mereka muncul dari belakang barak dan menghampiri belasan penderes
getah karet yang sedang minum kopi sambil nonton TV di warung Pak Tiyok, hanya
beberapameter dari barak buruh.
"Kami
disuruh keluar dari warung dan jongkok. Pemilik warung tidak. Salah seorang
pelaku yang berbadan tegap meminta KTP. Beberapa orang menyerahkan kartu
identitas. Mereka bilang para buruh itu bukan orang Aceh. Dalam hitungan detik,
senpi menyalak," tutur seorang korban luka tembak yang dirawat di ruang
ICU RSU Cut Meutia, Lhokseumawe. Dia meminta identitasnya dirahasiakan agar
pelaku tidaktahu bahwa dirinya masih hidup.
Dia
menambahkan, salah seorang korban yang masih hidup memohon pelaku agar
menghentikan tembakan. Namun, mereka terus menembak hingga korban tewas.
"Tidak ada yang berani kabur. Kami hanya menunduk. Setelah itu, saya tak
sadarkan diri," katanya.
Kapolres
Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso menyatakan sudah menurunkan tim ke TKP.
"Dari olah TKP, polisi menemukan selongsong peluru AK-47 dan SS-1. Ada sekitar
20 butir selongsong dan bercak darah di lokasi," jelasnya.
Sekira
pukul 15.00 WIB Gudang penyimpanan bahan bakar minyak di lokasi base camp PT
Jimulia rekanan PT Sari Pari Geosain SubKontraktor dari Zaratex NV perusahaan survei minyak dan gas di Ulee Dagang,
Kecamatan Sawang, Aceh Utara, ditembaki sekelompok orang tak dikenal dengan
senjata laras panjang.
Di
lokasi polisi menemukan 25 butir selosong peluru, lima di antaranya masih
aktif. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Penembakan yang
berlangsung selama 30 menit itu mengenai empat drum bensin, namun tidak sampai
meledak.
Saat
kejadian tidak ada satu pun pekerja yang berani keluar, sementara seorang
satpam yang bertugas menjaga keamanan di lokasi basecamp PT Zaratex
menyelamatkan diri. Abdul Wahab, salah
seorang karyawan, menuturkan rentetan suara tembakan sempat mengejutkan para
pekerja yang tengah istirahat.
Dalam
kasus dua yang bertugas sebagai pengendara sepeda motor masing –masing M alias
Turki (27) warga Kutablang Bireuen dan I alias Bongkeng (29) warga Gampong
Babah Buloh, Sawang Aceh Utara ditangkap polisi.
Sementara dua lainnya sebagai pelaku utama kelompok yang menamakan dirinya “KUCING JANTAN” masih buron. Polisi menyebutkan, sedang mengembangkan kasus ini, dan Polisi belum memutuskan kelompok "Kucing Jantan" terlibat dalam aksi kejahatan penembakan lainnya.
Sementara dua lainnya sebagai pelaku utama kelompok yang menamakan dirinya “KUCING JANTAN” masih buron. Polisi menyebutkan, sedang mengembangkan kasus ini, dan Polisi belum memutuskan kelompok "Kucing Jantan" terlibat dalam aksi kejahatan penembakan lainnya.
Pukul
20.30 Wib di jalan T. Iskandar, Desa Ilee, Ulee Kareng, Banda Aceh. Seorang
warga tewas ditembak, malam. Korban diketahui bernama Wagino (40). Kejadian sekitar
pukul 20.30 wib itu, korban dikejar oleh dua orang menggunakan sepeda motor
jenis Supra dan memakai tas pingang. “Korban lari ke arah toko boneka di dekat
warnet Transformer, tiba-tiba terdengar suara tembakan dua kali. Korban tewas
ditempat. Situs berita vivanews yang mengutip keterangan warga menyebutkan
pelaku menggunakan senjata laras pendek.
Pukul
20.30 Wib Mess penampungan buruh pemasang kabel Optic Telkomsel di Jalan
Bireuen-Banda Aceh, di Desa Blang Cot Tunong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten
Bireuen, diberondong senjata api oleh dua pelaku yang mengendrai sepeda motor,
akibatnya 10 pekerja tertembak dan tiga orang tewas ditempat.
Kabid
Humas Polda Aceh Komisaris Besar Polisi (Kombes) Gustav Leo kepada SP
menyebutkan pemberondongan dilakukan oleh dua orang yang mengendrai sepeda
motor, saat terjadi penembakan di Mes ada 28 pekerja sedang duduk istirahat,
pekerja semua dari pulau Jawa.
Dalam
pemberondongan itu sebanyak tiga pekerja tewas dan tujuh orang mengalami
luka-luka, korban tewas adalah Sunyoto (28), Suparno (31) keduanya dari Jember
dan Daud (30) Bayuwangi, sementara korban luka tembak Andri (15) Hasan (35)
Kirul (30) Imam (27) keempatnya dari Jember dan Aan (40), Kopral (32) Bonjol
(30) ketiganya dari Bayuwangi, semua korban luka-luka saat ini masih dirawat di
Rumah Sakit Umum dr Fauziah, Bireuen. Di TKP pasca kejadian, polisi memasang
polise line.
Kapolres
Bireuen AKBP Yuri Karsono menyebutkan pelaku berjumlah dua orang menggunakan
senjata AK-47 dan datang ke TKP dengan menggunakan sepeda motor, pasca kejadian
aparat Polri bersama TNI langsung melakukan razia dibeberapa titik untuk
menghambat pelarian pelaku.
Direktur
RSU Bireuen dr Chandra ZA menyebutkan tiga korban yang tewas saat dibawa
kerumah sakit sudah tidak bernyawa lagi sedangkan tujuh korban luka tembak saat
ini masih dirawat di RS itu.
Pukul
19.05 Wib Penembakan secara sporadic,
seseorang menembaki yang menggunakan senjata menembaki mess buruh bangunan yang sedang beristirahat
setelah shalat magrib. Tiga buruh terluka dalam kejadain itu.
"Korbannya
adalah buruh bangunan di Simpang Aneuk Galoeng Kec.Suka Makmur, Aceh besar.
Pelaku menggunakan jaket hitam dan helm hitam tertutup. Menembak secara
sproradis buruh yang sedang istirahat setelah shalat Magrib,"kata Kadiv
Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution di Mabes Polri Saud.
Adapun
ke 3 korban tersebut dan masih di opname di RS di Banda Aceh yakni, 1. Gunoko
(L) 30 tahun, 2. Agus Suwitnyo (L) 35 tahun, 3. Setibu Anos (L) 25 tahun. Gunoko
akhirnya meninggal dalam perawatan dirumah sakit setempat.
Telah
terjadi penembakan di Blok B Seureukey Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Penembakan
tersebut terjadi sekitar pukul 21:30 Wib, menurut informasi yang dihimpun
dilapangan, satu orang tewas dalam kejadian tersebut. Korban yang tewas adalah
bernama Suliadi, sedangkan Edi Karyawanto luka kritis dan dirawat di Rumah Sakit TNI AD Lhokseumawe.
Menurut
informasi yang diperoleh oleh reporter www.acehtraffic.com,pelaku
penembakan berjumlah sekitar lima orang , para pelaku tersebut menggunakan
sepeda motor berjenis RX King. Namun tiba-tiba para pelaku tersebut singgah di
sebuah warung kopi.
Setiba di
warung kopi, para pelaku penembakan itu melontarkan pertanyaan, yaitu “Kemana
arah menuju Langkahan”? Warga pun belum sempat menjawab pertanyaan itu,
tiba-tiba dua pelaku langsung melepaskan tembakan kearah warga yang sedang
berada di warung kopi itu secara brutal. Para pelaku juga menembak rumah warga
yang berada disekitar warung kopi tersebut.
Tim Kepolisian dari Polres Aceh Utara menemukan
barang bukti berupa 20 selongsong peluru senjata laras panjang AK.
Senin, 2 Januari 2012 pagi Empat pria bersenjata
memukul dan mengancam tembak warga, S (35) di Desa Buket Jrat Mayang, Kecamatan
Tanah Jambo Aye, Aceh Utara Korban asal Kecamatan Baktiya, Aceh Utara itu
mengalami mishap berat. Kapolres Aceh
Utara, AKBP Farid BE, menyebutkan saat kejadian tersebut, korban sedang
membersihkan kebun sawit di Desa Buket Jrat Mayang, Kecamatan Tanah Jambo Aye.
“Ketika dia
sedang bekerja, korban mendengar suara grasak-grusuk di semak-semak. Lalu, dia
mengambil kayu dan melempar ke arah suara itu. Kemudian, dari semak-semak
keluar empat pria, menenteng dua senjata laras panjang. Langsung memukul
korban, dan mengancam tembak korban,” terang AKBP Farid BE.
Ditambahkan,
akibat dipukul oleh orang tak dikenal, korban mengalami patah pada bagian rusuk
kiri dan kanan. “Saat ini, korban sudah di bawah perlindungan polisi. Kita
belum bisa minta banyak keterangan dari korban, karena dia mengalami mishap
berat Menindaklanjuti kasus ini, tim lapangan Polres Aceh Utara terus mengejar
pelaku.
Pukul 04:
00 Wib rumah pribadi wakil ketua DPRK
Aceh Utara Misbahul Munir dari Partai Aceh yang sedang dalam proses pergantian
antar waktu oleh Partai Aceh, pasca mencalonkan diri sebagai bupati Aceh Utara
melalui jalur Independen, di Gampong Keude Krueng, Kecamatan Kuta Makmur Aceh
Utara ditembaki dan di siram minyak dan bom melotov oleh OTK. Pelaku juga
berusaha untuk membakar rumah tersebut.
Menurut amatan reporter www.acehtraffic.com pintu rumah terlihat
menghitam, disebabkan pelaku juga melakukan pembakaran
dan dibagian dinding rumah terlihat ada lubang-lubang kecil yang diakibatkan
karena tembusan peluru. Namun dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. | acehtraffic.com | doc | RD


0 komentar:
Posting Komentar