.jpg)
Palembang | Acehtraffic.com - Ketua Majelis Islam Iran, Ali Larijani mengatakan Iran tidak akan tinggal diam atas kenakalan Amerika Serikat di kawasan, jika Washington mencoba untuk menciptakan masalah bagi negara-negara regional.
Dalam pertemuan dengan Ketua DPR RI Marzuki Alie di Palembang pada hari Senin (30/1), Larijani menuturkan, AS berusaha untuk menciptakan kekacauan di kawasan, karena mereka tidak senang dengan perkembangan regional dan memandang revolusi di negara-negara Muslim tidak menguntungkannya.
Dalam mereaksi tindakan bermusuhan Barat, para pejabat Iran mengancam akan merespon sanksi dengan berbagai cara, termasuk penutupan Selat Hormuz.
"Selat Hormuz adalah zona perdamaian dan Iran telah menjaga perdamaian selama berabad-abad dan akan terus melakukannya dalam rangka menciptakan stabilitas di kawasan," jelas Larijani.
"Kami telah menyampaikan kepada Barat agar jangan menggunakan kekerasan, jika mereka menyerang tentu kita balas," tegasnya.
Pada bagian lain, Marzuki mengatakan, setiap bentuk ketegangan di Timur Tengah harus diselesaikan melalui cara damai. Dia mengaku prihatin terhadap situasi di Timur Tengah, khususnya persoalan konflik Iran dengan Barat.
"DPR prihatin terhadap situasi saat ini. Konflik ini dikhawatirkan dapat mengancam perdamaian dunia, karena itu kita harapkan dapat diselesaikan secara arif dan bijaksana," kata Marzuki.
Menurut Marzuki, situasi keamanan yang kritis itu berdampak terjadinya krisis energi di Timur Tengah apabila terjadi situasi yang semakin memburuk. "Jangan sampai ini terjadi karena dapat menyebabkan harga minyak melonjak dan timbulkan kekacauan serta menganggu stabilitas kehidupan di dunia ini," tegasnya.
Pada periode 2012-2014, Ketua DPR RI Marzuki Alie terpilih sebagai Presiden Parlemen Negara-negara Islam (PUIC). Dia dipilih pada PUIC ke-6 di Uganda 2010 lalu.(*) | IRIB

0 komentar:
Posting Komentar