
Beijing | Acehtraffic.com - Sebuah studi baru yang dilansir dalam Jurnal American Medical Association, menyebutkan bahwa merokok ganja tidak menyebabkan kerusakan paru-paru dalam jangka panjang, sebagaimana dilansir Xinhua, Rabu 11 Januari 2011.
Setelah dilakukan studi terhadap terhadap 5.115 orang dewasa di Amerika selama lebih dari dua dekade, peneliti dari Universitas California, San Fransisco menemukan kapasitas oksigen yang dapat diserap oleh paru-paru yang merokok ganja tidak ada bedanya dengan yang tidak merokok.
Salah satu alasan utama mengapa merokok ganja tidak berbahaya dibandingkan tembakau karena ganja tidak mudah didapatkan dibandingkan dengan tembakau, jelas laporan penelitian itu.
Tapi itu juga mungkin, kata peneliti, merokok ganja tidak terlalu merusak seperti tembakau.
“Temuan ini harus meyakinkan dokter dan pasien untuk menggunakan ganja dalam pengobatan medis”, kata Dr Mark Pletcher, penulis utama laporan studi tersebut.
Namun, hal itu tidak berarti orang-orang yang menghisap ganja tanpa kekhawatiran apa pun, peneliti itu memperingatkan.
Ganja mengandung banyak racun yang sama seperti tembakau, dan perokok dapat menyebabkan iritasi tenggorokan, batuk dan gangguan lainnya jika sering digunakan, tambahnya. | AT/ZK

0 komentar:
Posting Komentar