News Update :

Harga Kebutuhan Perut Terus Melambung

Selasa, 31 Januari 2012

Jakarta | Acehtraffic.com-- Harga beras terus merangkak naik akibat melonjaknya harga gabah kering giling. 

Menurut Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan, Winarno Tohir, harga gabah kering giling menembus Rp 5.600 per kilogram. 

Padahal, Desember tahun lalu, harganya masih sekitar Rp 4.500-4.700 per kilogram. 

"Ini harga gabah tertinggi seumur hidup saya," ujarnya kemarin.

Kenaikan harga karena sudah memasuki musim paceklik yang terus berlangsung hingga akhir Februari nanti. Harga beras diperkirakan kembali turun pada Maret mendatang saat panen raya berlangsung.

Menurut Winarno, produksi panen raya akan mendongkrak produksi beras asalkan pemerintah dapat mengantisipasi kegagalan panen. Produksi padi diperkirakan terganggu oleh cuaca buruk. 

"Kalau penanganan tepat dan cepat, panen musim panen nanti mungkin bisa mencapai 39 juta gabah kering giling," ujarnya.

Data Kementerian Perdagangan hingga 27 Januari lalu menunjukkan, harga beras medium mencapai Rp 8.067 per kilogram. Harga tersebut naik tipis dibanding pekan lalu sebesar Rp 8.041 per kilogram.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan, kenaikan harga pasar disinyalir akibat permainan para pedagang. 

Ini diperparah oleh musim paceklik yang membuat pedagang melakukan aksi ambil untung.
Dia menegaskan, pasokan beras masih mencukupi kebutuhan masyarakat dan bisa menekan kenaikan harga. 

"Coba periksa ke pasar tradisional, tanya suplai beras apakah lancar atau tidak. Suplai lancar, tetapi harga naik."

Direktur Utama Perum Bulog, Sutarto Alimoeso, mengatakan, kenaikan harga beras akhir-akhir ini disebabkan oleh permintaan kebutuhan yang lebih tinggi daripada pasokan. Januari adalah masa paceklik karena produksi yang rendah.

"Karena itu, pemerintah meminta Bulog melakukan operasi pasar pada Januari. Bulog sudah melakukannya di beberapa daerah," tuturnya kemarin.

Sayangnya ada beberapa provinsi yang menolak Bulog menggelar operasi pasar karena para petani sedang menikmati kenaikan harga beras. Akibatnya laju kenaikan beras di sejumlah daerah tersebut tak bisa ditekan. "Tapi apa benar petani yang menikmati kenaikan harga," ujarnya.

Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Khudori, mengatakan, beras yang digelontorkan Bulog melalui operasi pasar dinilai tidak efektif. 

Operasi pasar dilakukan Bulog di pasar induk yang kebanyakan diakses oleh pedagang ataupun tengkulak. Padahal operasi pasar ditujukan agar masyarakat bisa membeli beras dengan harga lebih murah daripada harga pasar.

Tahun ini pemerintah mematok target produksi padi mencapai 72,02 juta ton gabah kering giling. Angka ini naik 6,63 juta ton dibanding tahun lalu.| Kortem
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016