News Update :

Dolar Terpuruk, India Bayar Minyak Iran dengan Emas, China Juga

Rabu, 25 Januari 2012


New Delhi | Acehtraffic.com - India sepakat untuk meninggalkan dolar AS sebagai mata uang transaksi internasional dengan Iran. New Delhi akan membayar impor minyak mentah dari Iran dalam bentuk emas.

Situs berita DEBKAfile melaporkan China juga akan mengikuti langkah New delhi tersebut. India dan Cina memasok sekitar satu juta barel per hari (bph), atau 40 persen dari total ekspor Iran sebesar 2,5 juta barel per hari, dan keduanya memiliki cadangan besar emas.

Kebijakan India ini datang menyusul keputusan Uni Eropa menjatuhkan sanksi  baru terhadap Iran. Minyak Iran menyumbang lebih dari sepertiga total impor minyak Yunani, 15 persen  kebutuhan minyak mentah Spanyol, dan lebih dari 12 persen pasokan minyak mentah Italia.

Menteri luar negeri Uni Eropa mencapai kesepakatan pada hari Senin (23/1) untuk menjatuhkan sanksi terhadap impor minyak Iran, dan membekukan aset Bank Sentral Iran.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton mengatakan sanksi ditujukan untuk menekan Iran supaya kembali ke meja perundingan mengenai program nuklirnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague menyebut embargo  Uni Eropa kali ini  sebagai rangkaian sanksi  yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menlu Jerman Guido Westerwelle, mengungkapkan penerapan sanksi adalah tindakan penting yang harus diambil untuk menjamin keamanan di dunia.

Menyikapi keputusan baru Uni Eropa terhadap Iran, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menolak sanksi sepihak terhadap Tehran, dan menilai sanksi akan  tidak akan membantu penyelesaian masalah.

Teheran memperingatkan bahwa embargo akan memiliki konsekuensi negatif seperti kenaikan harga minyak dunia.

Analis politik Jerman Christoph R. Horstel kepada Russia Today Selasa (24/1) mengatakan di tengah krisis ekonomi global embargo impor minyak Iran bisa menjadi bumerang bagi Uni Eropa, sementara Iran akan mengatasi masalah dengan caranya sendiri bahkan di bawah tekanan embargo.

"Semua pelanggan setia minyak Iran tetap akan terus membeli minyak dari Tehran, dan mereka akan menemukan jalannya sendiri, yakinlah," kata Horstel. "Ini adalah sinyal yang saya dapatkan dari Tehran," tegasnya.

Para ahli ekonomi menilai kesepakatan baru India dan Iran meninggalkan dolar maupun euro, dan mengalihkannya dengan emas akan mendorong meroketnya harga emas, dan sebaliknya menekan nilai dolar di pasar dunia. (*) | IRIB Indonesia
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016