News Update :

YLBHI: Polri kongkalikong pada kasus Pembantaian Mesuji

Kamis, 15 Desember 2011


Acehtraffic.com - Kasus Mesuji disinyalir merupakan permainan polisi dengan pengusaha, sehingga Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo diminta untuk tidak menutup-nutupi keterlibatan anggotanya, dan memberikan sanksi yang berat bukan hanya teguran atau melakukan kebohongan.  

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia [YLBHI] yang mengawal kasus ini sejak beberapa bulan lalu, mengungkap adanya indikasi keterlibatan oknum Brimob dalam peristiwa peristiwa Mesuji Lampung dan Mesuji OGI Sumatra Selatan. 

Direktur Penyuluhan dan Advokasi YLBHI Abdul Kadir Wokubun yang turun langsung melakukan investigasi di Mesuji OKI Sumatera Selatan [Sumsel] mengungkap hal tersebut.

“Saya datang satu hari setelah kejadian, fakta-fakta yang kita dapat di lapangan itu jelas warga yang tewas karena terjangan peluru aparat dan jika Kapolri mengatakan ada anggotanya yang disandera itu bohong!” tutur Kadir kepada wartawan di Kantor YLBHI, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis [15/12].

Berdasarkan hasil investigasi, pada pagi itu terdapat warga Mesuji Sumsel yang sedang melakukan aktivitas bertani, namun sepeda motornya ditahan oleh anggota Brimob karena melakukan aktivitas bertani di wilayah yang diklaim PT Sumber Wangi Alam [SWA].

Beberapa warga yang mendatangi aparat untuk mempertanyakan penahanan kendaraan milik warga, tiba-tiba diserang aparat dan Pam Swakarsa PT SWA. Sementara warga sama sekali tidak mempersenjatai  diri.

Dari hasil investigasi tersebut, YLBHI menyimpulkan ada praktik kotor aparat negara yang membekingi sebuah perusahaan. “Dalam peristiwa ini jelas polisi jelas tidak memihak kepada rakyat, tetapi lebih memihak kepada pengusaha,” kata Kadir.

Bahkan tidak hanya itu, aparat bersama Pam Swakarsa PT SWA telah bertindak lebih jauh dengan melakukan intimidasi terhadap warga Desa Sungai Sodong. Sehingga banyak warga yang tidak berani menempati rumah tinggalnya. “Mereka lebih memilih tidur di tenda-tenda yang mereka buat,” kata Kadir.

Oleh karena itu YLBHI meminta Kapolri menarik semua pasukannya yang berada di Mesuji Lampung dan Mesuji OGI Sumsel. YLBHI khawatir jika hal ini tidak dilakukan akan ada konflik yang lebih besar.

Sebelumnya, Kapolda Lampung Brigjen Pol Jodie Roseto juga membantah keterlibatan anggotanya. "Tidak ada tindakan masif aparat dalam bentuk apa pun, apalagi sampai menewaskan warga di Mesuji," kata Jodie di Bandar Lampung, Kamis [15/12].

Bahkan dalam penanganan kasus tersebut, pihak kepolisian hanya menetapkan tersangka dari warga dan dari pihak perusahaan perkebunan sawit. Sementara tak ada seorang pun dari pihak kepolisian yang terjerat.| AT | SI |
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016