Jakarta |
Acehtraffic.com - Penasehat Kapolri, Kastorius Sinaga
menegaskan akan mencari data pelanggaran hak asasi manusia berat yang dilakukan
aparat kepolisian terhadap Warga Mesuji, Provinsi Lampung terkait kasus
sengketa tanah dengan perusahaan asal Malaysia. Demikian dikatakan Kastorius ketika dihubungi Rakyat Merdeka Online, Rabu [14/12].
"Saya cari informasinya dulu, baru nanti saya komentar ya," singkat Kastorius.
Pagi tadi [14/12], warga Mesuji, Provinsi Lampung, menemui Komisi III DPR, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. Mereka didampingi aktor Pong Harjatmo dan mantan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI [Purn] Saurip Kadi. Selain itu juga hadir para aktivis Front Pembela Islam.
Kedatangan mereka ini untuk mengadukan dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan aparat kepolisian terkait kasus sengketa tanah dengan perusahaan asal Malaysia. Meraka membawa bukti berupa video pembantaian dan penyembelihan warga karena sengketa tanah tersebut.
Dari aksi pembantaian, yang terjadi sejak tahun 2009 itu, sepuluh orang tewas, 20 cacat fisik, dan puluhan ribu orang telantar. Karena itu, Pong meminta Komisi III DPR untuk mengungkap kasus tersebut. Meski informasi yang didengar Pong, Kapolda Lampung sudah dicopot. Tapi itu saja tidak cukup. Menurutnya, Kapolri Timur Pradopo dan Presiden SBY harus bertanggung jawab.| AT | RL |

0 komentar:
Posting Komentar