News Update :

Warga Aceh Tengah diminta waspadai longsor

Sabtu, 31 Desember 2011

Banda Aceh | Acehtraffic.com - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah meminta masyarakat di daerahnya untuk mewaspadai tanah longsor pada musim penghujan yang diperkirakan masih melanda wilayah dataran tinggi "Tanah Gayo" itu.

"Karena topografi Aceh Tengah berbukit-bukit dan rentan terjadinya tanah longsor pada musim penghujan. Karenanya perlu diwaspadai sebagai upaya menghindari sebelum terjadi," kata Sekda Kabupaten Aceh Tengah Khairul Asmara di Takengon.


Didampingi Kabag humas Pemkab Aceh Tengah Windi Darsa saat menyerahkan bantuan masa panik kepada korban banjir bandang di Kampung [desa] Kuala I Kecamatan Bintang, dijelaskan kewaspadaan dini diperlukan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa dan harta benda masyarakat.


Sedikitnya 15 kepala keluarga [KK] penduduk Kampung Kuala I Bintang menjadi korban akibat banjir bandang yang menerjang wilayah itu pada 12 Desember 2011.  "Dibalik bencana itu  pasti ada hikmahnya. Oleh karenanya saya berharap warga yang tertimpa musibah tetap bersabar," katanya menjelaskan.


Khairul Asmara juga menyatakan masyarakat korban bahu membahu telah membersihkan berupaya  membersihkan jalan lintas Takengon-Serule [Aceh Tengah] yang sempat tertimbun akibat banjir bandang sepanjang 20 meter.


"Upaya pembersihan perkarangan rumah dan badan jalan yang tertimbun akibat banjir bandang yang dilakukan masyarakat secara sukarela itu kami ucapkan terima kasih," katanya menjelaskan. Sementara itu, camat Bintang Sarwa Jalami mengatakan sebanyak 15 KK masyarakat korban banjir bandang pertengahan Desember 2011 sempat mengungsi  di Masjid Al Qawakib Bintang, karena khawatir diterjang air bah tersebut.


"Pengungsian warga itu hanya sehari, kemudian mereka kembali ke rumahnya masing-masing setelah memastikan kondisi dan situasi aman pascabanjir bandang," kata dia.


Meski tidak ada korban, namun banjir bandang yang terjadi secara tiba-tiba itu membuat masyarakat panik, karena menyaksikan langsung air bah tersebut membawa material bongkahan kayu dan batu dari atas gunung, kemudian menimbun badan jalan dan areal kebun warga, kata camat Sarwa Jalami.| AT | WA |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016