News Update :

Untuk Membunuh Pedagang Kecil, Pemko BNA Izinkan Pembangunan Best Western Hotel

Sabtu, 31 Desember 2011



Banda Aceh | Acehtraffic.com - Bakal calon walikota Banda Aceh T Irwan Djohan menilai langkah Pemko Banda Aceh yang mengizinkan pembangunan Best Western Hotel dan Mall di dekat Masjid Raya Banda Aceh bakal berdampak buruk pada pedagang kecil dan menengah yang berada dikawasan masjid.

"Pemko tidak mempertimbangkan ribuan pedagang kecil yang berada diseputaran masjid, tentunya kehadiran Mall dan Hotel tersebut akan mematikan usaha mereka nantinya,” tegasnya kemarin di Banda Aceh.

Sebagai seorang warga Banda Aceh, Irwan tidak menolak pembangunan kota terutama disektor jasa perhotelan dan mall. Namun Ia mempertanyakan soal lokasi yang dipilih yang sangat dekat dengan Masjid Raya dan juga denyut nadi ekonomi masyarakat kecil.

Irwan meminta kepada Pemko Banda Aceh untuk lebih mementingkan nasib ribuan pedagang yang ada dikawasan masjid daripada mementingkan kepentingan korporasi dan pedagang besar. “Pak Walikota seharusnya lebih memposisikan diri dan membela rakyat, bukan justru membela pengusaha besar,”ucapnya. 

Selain itu Irwan juga menyangsikan keberadaan hotel dan mall tersebut nanti tidak melanggar syariat Islam yang diberlakukan di Banda Aceh. “Jika ditilik dari rencana, hotel yang dibangun itukan bintang 5, nah kalau hotel berbintang kan tentunya memiliki syarat dan ketentuan khusus untuk bisa ditetapkan sebagai hotel berbintang, misalnya harus menyediakan pub, minuman keras dan hal-hal lainnya yang jelas-jelas bertentangan dengan syariat Islam”

Irwan Djohan yang juga alumnus Arsitektur Institute Teknologi Surabaya ini juga menyatakan bahwa pembangunan hotel dan mall tersebut serta merta akan menghilangkan keberadaan Masjid Raya sebagai landmark Kota Banda Aceh. “Menara Masjid yang selama ini jadi acuan dan landmark kota tentunya akan tergantikan dengan posisi hotel tersebut yang rencana akan dibangun 12 lantai itu” urainya.

Untuk itu Irwan meminta Walikota Banda Aceh untuk meninjau kembali keberadaan dan lokasi hotel tersebut. “Saya sepakat hotel dan mall itu dibangun di Banda Aceh, namun yang harus ditinjau ulang adalah lokasi pembangunannya” pungkasnya. | AT | TG |
Share this Article on :
 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016