
Yerusalem | Acehtraffic.com - Utusan UE untuk Timur Tengah Bernardino Leon yang mengunjungi Israel mengatakan, Israel tak perlu merasa takut dengan naiknya kekuatan Islam dalam tampuk kepemimpinan di Mesir, Tunisia dan, Maroko. "Saat ini jauh lebih sulit berperang melawan demokrasi," katanya pada Kamis, [29/12].
Leon menyatakan, dia memahami jika saat ini Israel merasakan ketidakpastian akan masa depannya. Namun hasil transisi kekuasaan yang terjadi di negara-negara yang mengalami revolusi akan menjadi berbeda jika didukung komunitas internasional.
Jika komunitas internasional hanya menunggu hasil transisi seperti penonton, mungkin hasilnya tidak akan bagus. Namun jika komunitas internasional juga turut memberikan dukungan dan pengaruh yang baik, maka hasil transisi akan bagus.
"Ini bukan hanya pemilu, tetapi juga masalah pemberian lapangan pekerjaan. Makanya komunitas internasional harus memberikan dukungan dengan melakukan investasi," katanya.
Memang, ujar Leon, Israel merasa tidak nyaman dengan adanya Arab Spring. Namun sebenarnya musim dingin yang nyata telah terjadi sebelumnya, di mana negara-negara Arab memiliki pemerintah yang korupsi dan suka menyiksa rakyatnya.
Situasi saat ini memang lebih cocok disebut Arab Springs karena demokrasi mulai merambah Dunia Arab meskipun membutuhkan waktu berpuluh-puluh tahun. "Namun kami yakin semuanya akan berjalan lebih baik," ujarnya.
Beberapa bulan ke depan, terang Leon, negara-negara Arab yang pemerintahnya baru akan memulai pembangunan. Sehingga isu Israel akan menjadi isu marjinal. Fokus komunitas internasional adalah pembangunan masyarakat baru.
"Mereka membutuhkan stabilitas bagi penciptaan lapangan pekerjaan. Mereka juga harus bergerak dari dunia simbolis menuju dunia nyata untuk menarik turis dan investor asing," terangnya seperti dilansir di Haaretz.
Ikhwanul Muslimin, ujar Leon, harus bergerak dari zona nyaman sebagai oposisi menjadi pihak yang harus memegang tanggung jawab besar bagi kemajuan Mesir. Mereka harus memimpin pemerintahan dan memberikan pelayanan yang bagus kepada rakyat.
"Bagi rakyat yang dibutuhkan adalah kinerja nyata dalam menghadapi masalah internal dan internasional. Jika para turis asing tidak kembali ke Mesir, maka Ikhwanul Muslimin tidak akan dipilih dalam pemilu selanjutnya," ujarnya mengingatkan.
Leon merupakan utusan UE yang bertugas merespon terjadinya Arab Spring. Sebelumnya dia merupakan penasihat politik Perdana Menteri Spanyol Jose Zapatero dan menjadi diplomat selama lebih dari 20 tahun di Dunia Arab.
Beberapa bulan terakhir, Leon telah berpindah-pindah antara Mesir, Maroko, Tunisia dan Libya untuk membuka dialog antara UE dengan sejumlah partai yang naik ke puncak kekuasaan pascarevolusi.
Leon berada di Israel mewakili UE untuk menenangkan Israel agar tidak takut dengan terjadinya perubahan yang terjadi di Dunia Arab sejak terjadinya Arab Springs. Di sana dia bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Israel Yaakov Amidror, Wakil Menteri Luar Negeri Danny Ayalon, dan lebih dari 20 duta besar Israel untuk UE. | AT | RP |
