News Update :

Timnas Aceh Perlu Diikutkan Laga

Selasa, 06 Desember 2011

Banda Aceh | Acehtraffic.com - ‘Timnas’ Aceh yang selama 3,5 tahun terakhir menimba ilmu sepakbola di Paraguay, sejak 19 November 2011 lalu telah kembali ke Bumi Serambi Mekkah. 

Lewat even bertajuk ‘Turnamen Segitiga Muda’ yang berlangsung selama tiga hari mulai 20-22 November di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, ke-18 pemain jebolan Amerika Latin tersebut telah menunjukkan kemampuan mereka saat melawan PPLP Jawa Tengah dan Persija Jakarta U-19 di hadapan puluhan ribu publik sepakbola Aceh.

Meski performa Rahmad Maulana dkk kala itu belum dapat memenuhi semua harapan masyarakat, tapi lewat pertunjukan olah bola yang mereka pertontonkan, setidaknya skuad ‘Timnas’ Aceh itu telah memberi sinyal bahwa mereka masih bisa berkembang untuk menjadi bintang lapangan hijau masa depan.

Hanya saja, jalan untuk menjadi pemain besar tentu masih sangat panjang. Dengan usia yang masih belia (18 tahun), tentu butuh proses berliku bagi Taufik Aqsar cs guna menuju bintang sepakbola. Salah satunya adalah keharusan bagi jebolan Paraguay tersebut untuk merasakan atmosfir kompetisi sesungguhnya. Hal inilah yang menjadi perhatian pemerhati sepakbola Aceh.

M Zaini Yusuf misalnya, tokoh sepakbola asal Bireuen ini menyatakan, keikutsertaan ‘Timnas’ Aceh dalam kompetisi reguler merupakan kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi. “Karena, hanya lewat kompetisi lah para pemain bisa menempa diri baik sisi mental, skill dan teknik bermain, maupun pengalaman bertanding. Kalau mereka cuma berlatih tiap hari tanpa berkompetisi, itu sama saja dengan menghambat proses pendewasaan pemain,” ulas M Zaini.

“Kalau kita baca sejarah sepakbola, semua pemain bintang di dunia selalu lahir dari sebuah kompetisi. Lionel Messi contohnya, dia terkenal dan jadi bintang setelah ikut kompetisi Liga Spanyol bersama Barcelona. Bila Messi cuma berlatih saja tanpa ikut kompetisi, mungkin sekarang dia tidak jadi Pemain Terbaik Dunia,” paparnya.

Berpijak dari fakta tersebut, kata Zaini, sudah semestinya semua pihak memikirkan dan mendorong agar ‘Timnas’ Aceh bisa ikut kompetisi sepakbola di Indonesia. “Caranya mungkin dengan menjadi Tim U-21 Persiraja atau PSAP. Atau pun bergabung dengan salah satu tim Divisi Utama di Aceh seperti PSSB Bireuen dan PSLS Lhokseumawe, atau juga mewakili salah satu tim Divisi I. Ini semua merupakan opsi, yang penting adalah para pemain ini bisa ikut kompetisi dalam satu tim, bukan dicerai-berai,” pungkas M Zaini.

Sementara itu, 18 pemain Aceh yang sebelumnya mendapat liburan satu minggu usai mengikuti ‘Turnamen Segitiga Muda’, telah berkumpul kembali di Banda Aceh sejak Minggu (4/12). Mereka saat ini bergabung dengan 12 rekannya yang lebih dulu pulang dan berlatih bersama tim PPLP Aceh di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh | Serambi
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016