News Update :

Seks Bebas, Kota Malang Meningkat HIV/AIDS

Jumat, 02 Desember 2011

Malang | Acehtraffic.com- Selain jarum suntik narkotika, obat-obatan dan zat adiktif lainnya (Narkoba), peningkatan angka HIV/AIDS di Malang ternyata akibat seks bebas dengan gonta-ganti pasangan. Kasus terakhir contohnya, pergaulan kawula muda mulai tingkat remaja sudah sangat mengkhawatirkan. 

Ramainya kasus pelajar yang membuat adegan intim lawan jenis dengan rekaman ponsel beberapa waktu lalu, hanyalah satu cerita kecil saja. Sebelum itu, kasus serupa juga pernah muncul.

Bahkan, Polres Malang beberapa hari lalu baru memeriksa sejumlah pelajar yang diduga melakukan aborsi di sebuah tempat pengisian bahan bakar umum. Seks dengan gonta-ganti pasangan, memicu ledakan jumlah HIV/AIDS. Ironisnya, banyak pengidap virus mematikan itu, justru dari kalangan ibu rumah tangga.

Menanggapi ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Mursidah mengatakan, ada 678 penderita HIV/AIDS pada tahun 2011 ini. Dinkes, selalu konsen dan mengoptimalkan pencegahan penyakit HIV/AIDS dengan mengadakan monitoring dan evaluasi.

"Kita sudah sebar tim evaluasi dan monitoring. Mereka, berada di 39 Puskesmas dan 5 Rumah Sakit," ungkapnya, Jumat (2/12/2011).

Kata dia, pemicu penderita terserang HIV/AIDS disebabkan karena seringnya gonta-ganti pasangan dan juga melalui jarum suntik narkoba. Tertinggi penderita HIV/AIDS, diderita oleh ibu rumah tangga yang suaminya, terlalu sering 'jajan' diluar. Hubungan tak setia inilah yang rawan akan terjadinya penularan HIV/AIDS.

Menurutnya, pemicu tingginya angka HIV/AIDS juga bukan karena faktor lokalisasi. Namun lebih disebabkan karena faktor perilaku seks yang menyimpang dan tidak komitmen antar pasangan. Sehingga, ada upaya gonta-ganti pasangan yang berakibat resiko terserang HIV/AIDS sangat tinggi.

"Peningkatan terkena HIV/AIDS bagi pasangan yang tak setia atau suka 'jajan' sangat tinggi. Dibanding tahun lalu, kasus HIV/AIDS meningkat sampai 20 persen," paparnya.

Ia melanjutkan, dengan ditutupnya beberapa lokalisasi di Kabupaten Malang, dampak positifnya sangat baik. Hanya saja, ada faktor lain yang justru para pekerja seks komersial itu, tak terkontrol setelah dirinya tidak berkecimpung dalam lokalisasi.

Mursidah menambahkan, sosialisasi Dinkes sudah dioptimalkan. Meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS juga karena monitoring Dinkes dan tim evaluasi bekerja sangat maksimal. Kantong-kantong daerah rawan penyebaran HIV/AIDS atau daerah tertinggi penderita HIV/AIDS berada di Kecamatan Gondanglegi, Kromengan, dan Sumberpucung. Terbanyak, penderita ditiga kecamatan itu adalah ibu rumah tangga yang terinfeksi atau tertular HIV/AIDS melalui pasangan hidupnya.

"Bisa saja satu pria punya tiga pasangan berbeda-beda. Sehingga sangat fatal terjangkit HIV/AIDS. Untuk menangkal penyakit ini, kuncinya harus dimulai dari kesehatan keluarga," pungkasnya. | BJ
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016