
"Saya hanya bisa mengimbau
jangan ganggu perdamaian Aceh dengan melancarkan sejumlah aksi peledakan
granat," kata Muhammad Tanwier Mahdi di Banda Aceh, Jumat.
Imbauan itu disampaikannya
menanggapi dua pelemparan granat yang dilakukan orang tidak bertanggung jawab
sejak beberapa hari terakhir di Banda Aceh.
Dua ledakan granat dilempar orang
tidak dikenal terjadi di ruas Jalan Tgk Daud Beureueh, Banda Aceh Selasa
[29/11] pukul 23.30 WIB dan Kamis [1/12].
Granat pertama meledak di halaman
kantor tim sukses pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Aceh,
Irwandi Yusuf dan Muhyan Yunan.
Ledakan alat peledak tersebut tidak
menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Ledakan tersebut sempat
mengejutkan warga yang lalu lalang di ruas jalan tersebut.
Granat kedua, meledak di depan
sebuah wisma yang jaraknya sekitar 300-an meter dari lokasi ledakan sebelumnya.
Ledakan tersebut menyebabkan tiga warga sipil terkena serpihan granat dan
dilarikan ke RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.
Menurut dia, rakyat Aceh sudah lelah
dengan konflik bersenjata berkepanjangan di masa lalu. Konflik tersebut
menyebabkan masyarakat sulit meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Kini, kata dia, rakyat Aceh
menikmati masa-masa damai sejak ditandatanganinya nota kesepakatan damai di
Finlandia pada 15 Agustus 2005 atau dikenal dengan sebutan MoU Helsinki.
"Kalau teror granat ini terus
terjadi, maka keinginan rakyat Aceh mengisi perdamaian dengan pembangunan
menjadi terhambat," kata politisi Partai Demokrat tersebut.
Selain itu, sebut dia, teror granat
tersebut juga menyebabkan masyarakat resah, sehingga aktivitas masyarakat,
terutama di sektor perekonomian menjadi terganggu.
"Karena itu, saya mengimbau
para pelempar granat tersebut menghentikan teror mereka. Biarkan masyarakat
hidup tenang dan jangan ganggu perdamaian Aceh," pinta Muhammad Tanwier
Mahdi.| AT | IH |

0 komentar:
Posting Komentar