
Makassar | Acehtraffic.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan lahan seluas 15.000 hektare untuk mendukung kerja sama pengembangan industri pengolahan pangan dengan Grup Bosowa.
Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk Ishak mengatakan lahan tersebut dipersiapkan untuk mengembangkan industri pengolahan pangan Rice Estate dan Food Estate di provinsi tersebut.
Bosowa nantinya akan bergabung dengan sejumlah perusahaan lainnya membangun Rice Estate seluas 10.000 hektare dan Food Estate seluas 5.000 ha. "Kami berharap masyarakat dan pengusaha di Kaltim bisa merespons kemitraan ini melalui program Rice Estate dan Food Estate,” ujarnya seusai bertemu chief executive officer Grup Bosowa Aksa Mahmud di Makassar, tadi malam, Kamis, 29 Desember.
Lahan tersebut adalah bagian dari 234.273 ha yang akan digarap dalam kerja sama beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara dan swasta yang akan mendorong pengembangan investasi di 10 Kabupaten di Kalimantan Timur.
Menurut Awang, pihaknya akan memberikan dukungan kepada seluruh investor yang menanam modalnya di provinsi tersebut mulai dari sisi perizinan, hukum hingga fasilitas ketersediaan lahan. "Kami menjamin tidak akan ada lahan bermasalah di Kaltim. Pemprov akan menyediakan sarana itu," tegasnya.
Pendiri Grup Bosowa Aksa Mahmud mengatakan pihaknya akan memetakan kebutuhan Pemprov Kaltim mulai dari bantuan sarana pertanian hingga pengadaan kebutuhan semen di kawasan tersebut. "Teknologi pertanian yang dikembangkan Bosowa selama ini akan diterapkan di Kalimantan Timur, paling tidak, investasi ini bisa membantu masyarakat daerah tersebut," katanya.
Pemprov Kaltim menyatakan siap membuka kesempatan kerja bagi warga suku Bugis atau Makassar yang ada di daerah itu untuk mengisi program-program Pemprov yang membutuhkan sumber daya manusia khususnya tenaga kerja termasuk untuk mendukung Grup Bosowa dalam mengembangkan dan membangun infrastruktur atau program lainnya di antaranya Program Sawit Sejahtera, Keramba Sejahtera, serta Sapi Sejahtera.
Daerah di wilayah delta, diklaim Pemprov Kaltim potensial dikembangkan. Investor yang akan masuk ke provinsi tersebut juga diharapkan bisa bermitra dan membina petani di Kaltim sehingga petani tidak mengalami nasib seperti di Pulau Jawa yang semakin tergusur akibat areal pertanian setelah dikuasai oleh investor yang telah masuk.
Awang menyambut keinginan Bosowa yang ingin membangun infrastruktur khususnya di sektor pertanian karena Kaltim selama ini bergantung pada sumber daya seperti gas dan batu bara yang tidak bisa diperbarui. “Kami butuh lokomotif baru seperti pertanian yang menopang pangan khususnya produksi beras,” ujarnya. (ln) | Bisnis
Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk Ishak mengatakan lahan tersebut dipersiapkan untuk mengembangkan industri pengolahan pangan Rice Estate dan Food Estate di provinsi tersebut.
Bosowa nantinya akan bergabung dengan sejumlah perusahaan lainnya membangun Rice Estate seluas 10.000 hektare dan Food Estate seluas 5.000 ha. "Kami berharap masyarakat dan pengusaha di Kaltim bisa merespons kemitraan ini melalui program Rice Estate dan Food Estate,” ujarnya seusai bertemu chief executive officer Grup Bosowa Aksa Mahmud di Makassar, tadi malam, Kamis, 29 Desember.
Lahan tersebut adalah bagian dari 234.273 ha yang akan digarap dalam kerja sama beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara dan swasta yang akan mendorong pengembangan investasi di 10 Kabupaten di Kalimantan Timur.
Menurut Awang, pihaknya akan memberikan dukungan kepada seluruh investor yang menanam modalnya di provinsi tersebut mulai dari sisi perizinan, hukum hingga fasilitas ketersediaan lahan. "Kami menjamin tidak akan ada lahan bermasalah di Kaltim. Pemprov akan menyediakan sarana itu," tegasnya.
Pendiri Grup Bosowa Aksa Mahmud mengatakan pihaknya akan memetakan kebutuhan Pemprov Kaltim mulai dari bantuan sarana pertanian hingga pengadaan kebutuhan semen di kawasan tersebut. "Teknologi pertanian yang dikembangkan Bosowa selama ini akan diterapkan di Kalimantan Timur, paling tidak, investasi ini bisa membantu masyarakat daerah tersebut," katanya.
Pemprov Kaltim menyatakan siap membuka kesempatan kerja bagi warga suku Bugis atau Makassar yang ada di daerah itu untuk mengisi program-program Pemprov yang membutuhkan sumber daya manusia khususnya tenaga kerja termasuk untuk mendukung Grup Bosowa dalam mengembangkan dan membangun infrastruktur atau program lainnya di antaranya Program Sawit Sejahtera, Keramba Sejahtera, serta Sapi Sejahtera.
Daerah di wilayah delta, diklaim Pemprov Kaltim potensial dikembangkan. Investor yang akan masuk ke provinsi tersebut juga diharapkan bisa bermitra dan membina petani di Kaltim sehingga petani tidak mengalami nasib seperti di Pulau Jawa yang semakin tergusur akibat areal pertanian setelah dikuasai oleh investor yang telah masuk.
Awang menyambut keinginan Bosowa yang ingin membangun infrastruktur khususnya di sektor pertanian karena Kaltim selama ini bergantung pada sumber daya seperti gas dan batu bara yang tidak bisa diperbarui. “Kami butuh lokomotif baru seperti pertanian yang menopang pangan khususnya produksi beras,” ujarnya. (ln) | Bisnis
