Jakarta | Acehtraffic.com - Setelah beredar isu melalui Short Meseges Service [SMS] terkait adanya tusuk
gigi yang mengandung Virus HIV/AIDS. Kali ini SMS serupa beredar. Namun, yang
disudutkan dalam SMS tersebut adalah produk minuman ternama.
Lensa Indonesia menerima SMS tersebut yang berbunyi “Pesan penting… Untuk
bbrp hr k depan,jgn minum produk2 dr prshaan pepsi spt pepsi, tropicana juice,
slice,7up,coca cola, dll..Krn seorg pkrj dr prusahaan trsbt tlh mnmbahkn
darahny yg trkontaminasi HIV.acra di transtv jam 16.00 wib .. Tlg forward ini
ke semua org yg anda peduli.
sekedar waspada!”.
sekedar waspada!”.
Pesan pendek itu dikirim melalui nomer +6283856333xxx.
Menanggapi hal itu, Rudhy Wedhasmara, Direktur Program Yayasan Orbit [Lembaga
yang konsen terhadap HIV/AIDS] mengaku SMS itu hanyalah isu belaka. Sebab,
penularan Virus ini adalah melalui darah. “Darah artinya melalui transfusi.
Bukan darah melalui minuman,” kata pria yang akrab disapa Sinyo, Sabtu
[10/12].
Ia menjelaskan, beberapa cairan dalam tubuh yang menularkan Virus ini adalah
Darah melalui transfusi, ASI dan Cairan Otak. Seperti, saat berhubungan sex
tanpa pengaman. Tentunya, akan timbul gesekkan dan darah masuk ke pori-pori.
Dengan demikian akan menular.
Jika mengacu pada SMS itu sangat tidak mungkin. Tentunya, ada proses
memasukkan darah kedalam minuman. Berdasarkan penelitian, Virus HIV akan mati
ketika bersentuhan dengan udara terbuka sepersekian detik.
“Kalau saya melihat beredarnya SMS itu lebih pada persaingan bisnis,” kata
laki-laki berkepala plontos ini.
Menurut Sinyo, beredarnya SMS itu tentu membuat resah masyarakat. Alasannya,
saat ini pengetahuan terhadap HIV/AIDS sangat minim.
Berdasarkan Survey Terpadu Biologis dan Prilaku [STBP] yang dilakukan oleh
Kementrian Kesehatan [Kemenkes] tahun 2011 menyebut di kalangan usia 15 tahun
keatas ada 42,8 Persen yang mengaku tidak pernah mendengar tentang HIV
sedangkan yang pernah mendengar sebesar 57,5 persen.
Kemudian ada 88,06 Persen yang memiliki kekurangan tentang pengetahuan
Koprehensif terhadap HIV dan 11,4 persen yang memiliki pengetahun cukup.
“Pengetahuan tentang HIV/AIDS masih kurang. Sehingga masyarakat resah. Oleh
karena itu, pengatahuan tentang HIV/AIDS sangat penting,” tukasnya.| AT | LI |

0 komentar:
Posting Komentar