Madiun | Acehtraffic.com- Abdur Rohman, kakek yang sudah berusia 85 tahun mengikuti nikah massal yang diadakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kabupaten Madiun ke-442 di Pendopo Widya Muda Graha, Kamis (15/7).
Abdur berpasangan dengan Saminem, 70 tahun. Pasangan ini merupakan pasangan suami- isteri tertua. “Saya kelahiran tahun 1925. Saya sudah lupa cucu berapa,” tutur kakek asal Desa Sebayi, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, ini dengan bahasa Jawa halus.
Tampak Abdur harus dipapah atau digandeng oleh petugas Dinas Sosial yang jadi panitia dalam kegiatan tahunan ini. Abdur tampak bergetar saat berjalan menuju kursi pelaminan yang sudah disiapkan.
Saminem mengaku dia dan Abdur sudah kumpul tanpa status nikah selama dua tahun. “Anak saya tujuh, kalau cucu ya banyak. Saya merasa tenang setelah punya akta nikah,” ujarnya.
Sementara pasangan termuda adalah Sukino, 26 tahun, dan Arni Banding, 29 tahun, asal Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Sutjipto Parman, mengatakan total ada 50 pasangan suami-isteri dari 13 kecamatan yang mengikuti nikah massal kali ini. “Mereka yang mengikuti nikah massal ini sudah berumah tangga tapi belum memiliki akta nikah,” ungkapnya.
Prosesi nikah massal ini digelar cukup meriah dengan menggunakan adat Jawa. Tempat pelaminan para mempelai ini juga dilengkapi dengan asesoris gebyok atau interior dari papan kayu ukiran yang biasa digunakan dalam pelaminan pengantin Jawa.
Sebelum naik ke pelaminan, masing-masing mempelai pria dan wanita diarak dan dipertemukan dengan dikawal muda-mudi yang biasa disebut pagar bagus dan pagar ayu.
Sebelumnya, secara simbolis satu pasangan mengucapkan ijab kabul dengan disaksikan hadapan jajaran pejabat muspida kabupaten. “Sedangkan untuk 49 pasangan lainnya sudah melakukan akad nikah di kecamatan masing-masing,” ujar Sutjipto dalam sambutannya.
Wakil Bupati Madiun Iswanto mengatakan nikah massal ini sangat istimewa bagi semua pasangan. “Karena dilakukan di pendopo dan yang jadi saksi adalah Wakil Bupati,” ucapnya disambut tawa para hadirin.
Iswanto berharap dengan kegiatan seperti ini akan membawa berkah bagi semua pasangan. “Semoga semuanya mendapat berkah dari Alloh SWT dan bahagia dalam mengarungi kehidupan,” terangnya. AT | TI
Abdur berpasangan dengan Saminem, 70 tahun. Pasangan ini merupakan pasangan suami- isteri tertua. “Saya kelahiran tahun 1925. Saya sudah lupa cucu berapa,” tutur kakek asal Desa Sebayi, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, ini dengan bahasa Jawa halus.
Tampak Abdur harus dipapah atau digandeng oleh petugas Dinas Sosial yang jadi panitia dalam kegiatan tahunan ini. Abdur tampak bergetar saat berjalan menuju kursi pelaminan yang sudah disiapkan.
Saminem mengaku dia dan Abdur sudah kumpul tanpa status nikah selama dua tahun. “Anak saya tujuh, kalau cucu ya banyak. Saya merasa tenang setelah punya akta nikah,” ujarnya.
Sementara pasangan termuda adalah Sukino, 26 tahun, dan Arni Banding, 29 tahun, asal Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Sutjipto Parman, mengatakan total ada 50 pasangan suami-isteri dari 13 kecamatan yang mengikuti nikah massal kali ini. “Mereka yang mengikuti nikah massal ini sudah berumah tangga tapi belum memiliki akta nikah,” ungkapnya.
Prosesi nikah massal ini digelar cukup meriah dengan menggunakan adat Jawa. Tempat pelaminan para mempelai ini juga dilengkapi dengan asesoris gebyok atau interior dari papan kayu ukiran yang biasa digunakan dalam pelaminan pengantin Jawa.
Sebelum naik ke pelaminan, masing-masing mempelai pria dan wanita diarak dan dipertemukan dengan dikawal muda-mudi yang biasa disebut pagar bagus dan pagar ayu.
Sebelumnya, secara simbolis satu pasangan mengucapkan ijab kabul dengan disaksikan hadapan jajaran pejabat muspida kabupaten. “Sedangkan untuk 49 pasangan lainnya sudah melakukan akad nikah di kecamatan masing-masing,” ujar Sutjipto dalam sambutannya.
Wakil Bupati Madiun Iswanto mengatakan nikah massal ini sangat istimewa bagi semua pasangan. “Karena dilakukan di pendopo dan yang jadi saksi adalah Wakil Bupati,” ucapnya disambut tawa para hadirin.
Iswanto berharap dengan kegiatan seperti ini akan membawa berkah bagi semua pasangan. “Semoga semuanya mendapat berkah dari Alloh SWT dan bahagia dalam mengarungi kehidupan,” terangnya. AT | TI


0 komentar:
Posting Komentar