
Jakarta |
Acehtraffic.com - Malaysia tidak hanya bisa mengalahkan Indonesia di bidang
sepakbola saja, melainkan juga di wilayah udara. Malaysia juga berhasil
'membeli' wilayah udara Indonesia untuk kepentingan ekonomi mereka.
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengungkapkan, penggadaian wilayah
udara Indonesia kepada Malaysia itu tertuang dalam dokumen perjanjian
"Confidential MoU between Tje Aeronautical Authorities of the Rpubclic of
Indonesia and the Goverment of Malaysia on the Implementation of Bilateral Air
Service Agreement".
Dalam dokumen itu pemerintah Indonesia mengadaikan sejumlah frekuensi rute
penerbangan gemuk kepada Malaysia. "Malaysia mendapatkan frekuensi
penerbangan dari bandara Cengkareng, Denpasar, dan Ujung Pandang. Malaysia bisa
ke seluruh kota yang ada di Indonesia dan Australia," ujar Agus kepada
INILAH.COM, Selasa [22/11].
Adapun Indonesia, menurut Agus hanya mendapatkan frekuensi rute penerbangan
sepi. Yaitu Kuala Lumpur-Kinabalu-Kuching,-Asia dan rute Kuala
Lumpur-Kuching-Kinabalu-Eropa yang notabene kurang diminati penumpang.
"Malaysia dapat rute gemuk kita, oleh Malaysia ditukar dengan rute
kurus yang pasti tidak ada penumpangnya meski frekuensinya lebih banyak. Kalau
benar, harga diri kita digadaikan oleh Kemenhub," tegas Agus.
Agus mengaku mendapatkan dokumen MoU antara RI dengan Malaysia tersebut dari
koleganya yang menghadiri KTT ASEAN di Bali. "Pada dokumen itu terlihat
bahwa kita menjual wilayah udara kita kepada Malaysia. Pemerintah Indonesia
memberikan 5 th Right of Freedom ke Malaysia," ungkapnya.| AT | IH |

0 komentar:
Posting Komentar