
Pontianak
| Acehtraffic.com — Sebanyak
tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat sudah memiliki gerai penjualan
kondom.
"Walau masih menuai kontroversi, keberadaan gerai kondom di tujuh
kabupaten/kota itu diharapkan dapat menekan angka penularan penyakit
HIV/AIDS," kata Ketua Komisi Penanggulangan AIDS [KPA] Kalimantan Barat
Totok Taha Alkadri di Pontianak, Kamis [24/11].
Totok menjelaskan, gerai-gerai tersebut berada di sejumlah lokalisasi,
khususnya di Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sanggau, Kabupaten
Sekadau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Ketapang, dan Kabupaten Bengkayang.
Menurutnya, pengadaan gerai kondom tersebut sudah dilaksanakan sejak tahun
2007 dan merupakan program Global Fund. Dengan menggunakan sistem interferensi
mutual, atau semua pihak yang berada di sekitar lokalisasi memiliki peranan
dalam menjalankan program tersebut.
Selama ini, kata dia, banyak kalangan yang sering memanfaatkan jasa di
lokalisasi mengesampingkan arti kesehatan.
Oleh karena itu, lanjut dia, dengan kecenderungan mereka yang memiliki
potensi tinggi sebagai agen penular penyakit, terutama kepada keluarga mereka,
cara aman dengan menggunakan kondom akan dirasakan sangat bermanfaat.
"Di beberapa daerah, KPA juga bekerja sama dengan ibu-ibu PKK dan
organisasi kewanitaan dalam menyukseskan program ini," katanya.
Selain itu, KPA juga telah mendata 10.000 PSK yang ada di Kalimantan Barat
[Kalbar] dan telah mendapat pengarahan akan arti aman dan juga perlindungan
dari bahaya penyakit berbahaya ini.
Dari data yang dimiliki KPA, penularan HIV/AIDS hingga saat ini paling
tinggi disebabkan oleh hubungan seks lawan jenis, disusul jarum suntik, sesama
jenis [homo], dan waria.
Berdasarkan sumber data surveilans Kementerian Kesehatan tahun 1987-Juni
2011, data kasus HIV/AIDS di Kalbar menempati urutan ke-5 skala nasional.
Data tersebut menggambarkan bahwa kasus Kalbar sedikit di bawah DKI Jakarta
yang merupakan daerah ibu kota/metropolitan dan wilayah yang memiliki kepadatan
penduduk paling tinggi di Indonesia.
Sangat memprihatinkan jika sekelas Kalbar yang merupakan daerah dengan
kepadatan penduduk cukup kecil, jika dibandingkan Jawa Tengah, Yogyakarta, dan
Jawa Timur, memiliki kasus AIDS yang lebih tinggi.
"Kalbar itu berada di posisi keempat dalam bidang temuan epidemi. Jadi,
tidak usah malu karena kelihatan oleh orang awam bahwa Kalbar rawan. Justru
Kalbar membuka fenomena gunung es itu," ungkap Totok.| AT | KP |

0 komentar:
Posting Komentar