Sabtu pagi 26 Nopember 2011, hujan mengguyur perut bumi sekitar Banda Aceh dengan lebatnya, tak membuat peserta pelatihan jurnalistik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Syiah Kuala [Fkip Unsyiah] ciut, mereka terus saja memadati gedung Fkip lama, tak kurang sembilan puluhan peserta hadir pagi itu.
Pelatihan yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fkip Unsyiah itu Umumnya dihadiri oleh mahasiswa Fkip Unsyiah, ada juga yang dari politeknik Aceh, IAIN Ar-ranirry dan fakultas hukum serta Fisipol unsyiah. Kecuali warga Fkip adalah tamu dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Banda Aceh dan Aceh Besar.
Jam sembilan lewat, pemateri, tamu dan peserta terlihat berjejer dalam ruang Auditoriom lama Fkip itu. Terdengar ucapan Assalamualaikum dari cewek kulit sawo matang yang berdiri dekat kiri dinding sebelah depan peserta. Namanya Mona, dia Master of Ceremonies (MC) acara tersebut.
Seisi ruangan terlihat santai melewati sesi pembukaan, mulai dari ketua panitia, Rahmat Nutihar membaca laporan panitia, selesai Rahmat panggilan akrab laki berkulit putih itu, Sopian ketua Bem Fkip memberi kata-kata sambutan, dan dilanjutkan dengan Safruddin yang membuka acara, mantan ketua Bem Fkip periode 2009-2010 itu ditunjuk oleh PD III sebagai penggantinya.
Karena DR. Jufri, Msi harus membuka Acara Seminar Nasional yang di adakan oleh Prodi Biologi Fkip Unsyiah. Murdani yang menjadi pemateri pertama , Pewarta Senior harian Aceh itu mengajarkan dasar-dasar jurnalistik, dan tehnik wawancara.
Ia menyampaikan beberapa pendapat mengenai jurnalistik, salah satunya pendapat Kris Budiman, dan Luwi Ishwara (2005), menurut Kris Budiman kegiatan jurnalistik dimulai dari penyiapan, penulisan, penyuntingan, dan penyampaian berita pada publik melalui saluran tertentu, seperti televisi, radio, surat kabar, majalah atau sejenisnya, dan media online jelas pria yang akrab sisapa bang mur itu.
Jam sembilan lewat, pemateri, tamu dan peserta terlihat berjejer dalam ruang Auditoriom lama Fkip itu. Terdengar ucapan Assalamualaikum dari cewek kulit sawo matang yang berdiri dekat kiri dinding sebelah depan peserta. Namanya Mona, dia Master of Ceremonies (MC) acara tersebut.
Seisi ruangan terlihat santai melewati sesi pembukaan, mulai dari ketua panitia, Rahmat Nutihar membaca laporan panitia, selesai Rahmat panggilan akrab laki berkulit putih itu, Sopian ketua Bem Fkip memberi kata-kata sambutan, dan dilanjutkan dengan Safruddin yang membuka acara, mantan ketua Bem Fkip periode 2009-2010 itu ditunjuk oleh PD III sebagai penggantinya.
Karena DR. Jufri, Msi harus membuka Acara Seminar Nasional yang di adakan oleh Prodi Biologi Fkip Unsyiah. Murdani yang menjadi pemateri pertama , Pewarta Senior harian Aceh itu mengajarkan dasar-dasar jurnalistik, dan tehnik wawancara.
Ia menyampaikan beberapa pendapat mengenai jurnalistik, salah satunya pendapat Kris Budiman, dan Luwi Ishwara (2005), menurut Kris Budiman kegiatan jurnalistik dimulai dari penyiapan, penulisan, penyuntingan, dan penyampaian berita pada publik melalui saluran tertentu, seperti televisi, radio, surat kabar, majalah atau sejenisnya, dan media online jelas pria yang akrab sisapa bang mur itu.
Pengertian berita, jenis berita, nilai berita (News value), anatomi dan unsur-unsur berita menjadi bahasan awal pria bertubuh sedang itu. Selanjutnya dilanjutkan materi Wawancara. Seisi auditorium terlihat antusias mendengarkan bahasan materi hingga selesai.
Wartawan viva news melanjutkan materi ragam berita, tapi pria berkulit putih itu lebih memperdalam penjelasannya pada Anggel, sumber berita, dan persiapan penulis menjadi jurnalis. Muhammad Riza Nasser nama pewarta media online nasional Vivanews itu.
Wartawan viva news melanjutkan materi ragam berita, tapi pria berkulit putih itu lebih memperdalam penjelasannya pada Anggel, sumber berita, dan persiapan penulis menjadi jurnalis. Muhammad Riza Nasser nama pewarta media online nasional Vivanews itu.
Modal menjadi jurnalis , menurut Pria yang sudah berkeluarga itu “banyak membaca, melek informasi, perluas jaringan pertemanan, jangan mudah percayai narasumber dan selalu cek informasi, pelajari kode etik dan Undang-undang Pers (UU No, 40 tahun 1990)”. Ia memberi materi hingga jam 12.00 wib.
Mentari mulai bergeser arah barat, kira-kira jam 14 lewat, ketua panitia bersama pria berkamata dengan kemeja kotak-katak berpendek menuju ruangan lantai dua itu, dia maimun saleh. sebagian pesrta terlihat masih nyantai dii luar gedung yang dikontruksi Usaid itu.
Mentari mulai bergeser arah barat, kira-kira jam 14 lewat, ketua panitia bersama pria berkamata dengan kemeja kotak-katak berpendek menuju ruangan lantai dua itu, dia maimun saleh. sebagian pesrta terlihat masih nyantai dii luar gedung yang dikontruksi Usaid itu.
Tak lama suara dari dalam ruang terdengan seperti himbauan, untuk peserta yang masih berada diluar agar segera memasuki ruangan, Acara akan kita mulai lagi, sepertinya himbauan itu dari MC.
Pesertapun langsung masuk, tak menunggu lama mc langsung memperkenalkan pemateri, rektor MJC itu terlihat membuka laptopnya, tak lama pria yang akrab disapa Pak Maimun itu langsung menyapa peserta. Kode etik jurnalistik yang menaji materi pada siang itu, Pak maimun sering kocak dalam mencontohkan pelanggaran kode etik yang dilakukan wartawan Aceh selama ini, membuat peserta cair dan akrab dengan pemateri.
Wartawan dalam membuat berita wajib memperhatikan kode etik jurnalistik pesan Maimun. Sanking kocaknya Pak maimun hampir lupa waktu diberikan oleh panitia. Kode etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang dia sampaikan. Jam 15 sudah berlalu, Pak Maimun Saleh pun mengakhiri materinya.
Herman RN yang sudah menunggu diluarpun lansung masuk didampingi ketua panitia, Mantan redaktur harian aceh itu langsung bersalaman dengan Maimun Saleh, mereka terlihat akrab. Lagi MC berdiri mengucap salam dan memperkenal Pemateri terakhir pelatihan jurnalistik hari itu, Dosen bahasa dan sastra indonesia Fkip Unsyiah itu memberi materi tentang Feature, materi yang ditunggu-tunggu peserta.
Meski sudah seharian peserta begitu serius mendengar penjelasan cara membuat news features, beberapa peserta terlihat mencatat poin-poin materi yang disampai pria yang lahir di nagan raya itu. Ia juga memperlihatkan beberapa tulisan featuresnya yang pernah dimuat beberapa media.
Menulis Feature hampir sama dengan menulis cerpen, yang membedakan feature dengan cerpen hanya faktanya saja, Herman mejawab salah satu penanya.
Pesertapun langsung masuk, tak menunggu lama mc langsung memperkenalkan pemateri, rektor MJC itu terlihat membuka laptopnya, tak lama pria yang akrab disapa Pak Maimun itu langsung menyapa peserta. Kode etik jurnalistik yang menaji materi pada siang itu, Pak maimun sering kocak dalam mencontohkan pelanggaran kode etik yang dilakukan wartawan Aceh selama ini, membuat peserta cair dan akrab dengan pemateri.
Wartawan dalam membuat berita wajib memperhatikan kode etik jurnalistik pesan Maimun. Sanking kocaknya Pak maimun hampir lupa waktu diberikan oleh panitia. Kode etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang dia sampaikan. Jam 15 sudah berlalu, Pak Maimun Saleh pun mengakhiri materinya.
Herman RN yang sudah menunggu diluarpun lansung masuk didampingi ketua panitia, Mantan redaktur harian aceh itu langsung bersalaman dengan Maimun Saleh, mereka terlihat akrab. Lagi MC berdiri mengucap salam dan memperkenal Pemateri terakhir pelatihan jurnalistik hari itu, Dosen bahasa dan sastra indonesia Fkip Unsyiah itu memberi materi tentang Feature, materi yang ditunggu-tunggu peserta.
Meski sudah seharian peserta begitu serius mendengar penjelasan cara membuat news features, beberapa peserta terlihat mencatat poin-poin materi yang disampai pria yang lahir di nagan raya itu. Ia juga memperlihatkan beberapa tulisan featuresnya yang pernah dimuat beberapa media.
Menulis Feature hampir sama dengan menulis cerpen, yang membedakan feature dengan cerpen hanya faktanya saja, Herman mejawab salah satu penanya.
Hampir satu jam berlangsung materi dan diakhiri dengan tanya jawab. Jam 17.00 Hermanpun mengkhiri materinya, acarapun langsung ditutupnya dengan ucapan “Selamat menulis”
AT| Tulisan ini kiriman Saifull Amri mahasiswa Unsyiah Banda Aceh [saifullamri@gmail.com]

0 komentar:
Posting Komentar