Jakarta | Acehtraffic.com- Nazarul Fahmi dan Rangga Pratama dua pemain Tunas Garuda, pasca bermain di Arsenal, keduanya pun tak rela dilepas pelatih disana, tak lain, ya karena kepiawaian mengolah sikulit bundar.
Fahmi dan Rangga akan menjalani tes di Arsenal Academy Junior. Klub ini berasal dari London Utara itu, mengambil kesimpulan berdasarkan amatan mereka di izinkan untuk bergabung dalam 6 minggu kedepan.Fahmi sebagai striker, sementara Rangga sebagai kiper untuk memaksimalkan, mereka bakal menjalani latihan selama 6 minggu kedepan.
Bagaimana karir keduanya, dan dari mana mereka berasal ?
* Nazrul Fahmi
Fahmi adalah anak kelima dari tujuh bersaudara. Lahir pada 13 November 1996 di Dayah Mesjid Bireuen, Aceh, dari pasangan Safwandi dan Hadisah. Fahmi dan keluarga tinggal di Toko Rahmat Jepara, Matang Glumpang II, Desa Dayah Mesjid, Bireuen. Ia menyelesaikan studi di SMAN 2 Peusangan, Bireuen, Matang Glumpang II, Bireuen, Aceh.
Mengawali bermain sepak bola, Fahmi berangkat menuju Lubuk Pakam dari Bireuen untuk mengikuti Audisi Tunas Garuda. Para pelatih yang menilai saat audisi berlangsung mengatakan sebagai striker Fahmi mempunyai kaki emas.
Mengawali bermain sepak bola, Fahmi berangkat menuju Lubuk Pakam dari Bireuen untuk mengikuti Audisi Tunas Garuda. Para pelatih yang menilai saat audisi berlangsung mengatakan sebagai striker Fahmi mempunyai kaki emas.
Pelatih beralasan di mana pun posisi Fahmi, ia mudah mencetak gol dari umpan yang diberikan kepadanya. Itulah kelebihan Fahmi dari pemain lain dari Sumatera Utara. Beberapa tahun lalu Fahmi pernah mewakili Indonesia untuk bertanding melawan Brunei Darussalam dalam Piala Asia Pelajar.
* Rangga Pratama
Rangga dilahirkan di Palembang, Sumatera Selatan, 18 April 1996, dari buah cinta Riyadi dan Marliani Laila. Namun sejak umur enam tahun ia hanya tinggal bersama ibu, nenek, dan adik ibunya di Kompleks Sangkuriang Blok T No.14. Ayahnya yang bekerja sebagai kuli bangunan telah bercerai dengan ibunya. Sejak saat itu ibunya berjuang sendiri di Palembang untuk membesarkan Rangga. Ayahnya kini tinggal di Cirebon, Jawa Barat.
Keadaan ekonomi Rangga cukup memprihatinkan sebelum akhirnya ibunya menikah untuk ketiga kalinya. Perkawinan kedua gagal karena faktor ekonomi. Demi mengejar mimpinya di olahraga sepak bola, Rangga harus berjalan jauh untuk latihan bola di SSB Sriwijaya FC. Kadang-kadang dia ikut teman karena ketiadaan biaya.
Pelatih Rangga memberikan dispensasi untuk tak membayar uang bulanan di SSB tersebut. Rangga dianggap sangat berpotensi dan memiliki kemampuan di atas rata-rata temannya. Semua barang perlengkapan seperti sarung tangan, bola, dan sepatu dibeli di tempat barang bekas karena Rangga tak mampu membeli yang baru.
Ketika Rangga ingin mengikuti Auidisi Tunas Garuda, ibu Rangga hampir tidak mengizinkan karena dikhawatirkan akan membutuhkan uang. Tapi ternyata tidak. Hanya uang sebesar Rp. 10.000 yang diberikan ibunya, Rangga manfaatkan untuk biaya pemeriksaan uang kesehatan (surat dokter) sebagai persyaratan mengikuti audisi.
Ketika Rangga ingin mengikuti Auidisi Tunas Garuda, ibu Rangga hampir tidak mengizinkan karena dikhawatirkan akan membutuhkan uang. Tapi ternyata tidak. Hanya uang sebesar Rp. 10.000 yang diberikan ibunya, Rangga manfaatkan untuk biaya pemeriksaan uang kesehatan (surat dokter) sebagai persyaratan mengikuti audisi.
Prestasi :
1. Juara 3 DISPORA Cup
2. Juara 1 Liga Specs
3. Juara 4 Pegadaian Cup
||||
NAZARUL Fahmi (15), kini mulai merenda masa depannya sebagai pemain sepakbola. Sebagai anggota skuad tim Tunas Muda Garuda, putra kelima pasangan H Safwandi dan Hj Hadisah, warga Desa Dayah Mesjid, Bireuen ini berkesempatan mencicipi atmosfir sepakbola Eropa dengan berlatih di klub tenar Arsenal. Itu artinya, pemain jebolan SSB Bijeh Mata tersebut kian dekat dengan cita-citanya menjadi pemain sepakbola.
Sepakbola tampaknya sudah ‘mendarah daging’ di tubuh siswa kelas dua SMAN 2 Peusangan ini. Seperti dituturkan Hj Hadisah, ibu Nazarul Fahmi kepada Serambi, Kamis (13/10), putra kelimanya itu sejak kecil sangat cinta dengan sepakbola.
“Lam lampoh u, boh leupieng pih jeut keu bola jieh, saking galak jieh (dalam kebun kelapa, buah kelapa yang digigit tupai pun jadi bola bagi dia, saking sukanya dia pada bola-red),” kenang sang bunda dengan mata berkaca-kaca.
“Lam lampoh u, boh leupieng pih jeut keu bola jieh, saking galak jieh (dalam kebun kelapa, buah kelapa yang digigit tupai pun jadi bola bagi dia, saking sukanya dia pada bola-red),” kenang sang bunda dengan mata berkaca-kaca.
Hadisah menceritakan, baru-baru ini dia ditelpon oleh Pelatih tim Tunas Garuda, Rully Nere. Mantan pemain Timnas Indonesia era 1990-an itu kepada Hadisah mengatakan, Nazarul Fahmi memiliki kelebihan, di antaranya lari sangat kencang dan punya kaki emas. Hadisah sendiri mengaku tidak tahu apa maksudnya kaki emas.
“saat itu, Rully Nere juga mengabarkan kalau Nazarul akan berangkat ke Arsenal, Inggris bersama 17 pemain Tunas Garuda Muda lainnya pada tanggal 20 Oktober 2011 mendatang. Saya diminta oleh Rully Nere untuk ke Jakarta, saya jawab insya Allah,” beber Hadisah.
“saat itu, Rully Nere juga mengabarkan kalau Nazarul akan berangkat ke Arsenal, Inggris bersama 17 pemain Tunas Garuda Muda lainnya pada tanggal 20 Oktober 2011 mendatang. Saya diminta oleh Rully Nere untuk ke Jakarta, saya jawab insya Allah,” beber Hadisah.
Hadisah berharap, masyarakat Aceh mau mendoakan agar anaknya diberi kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah SWT, serta bisa tampil maksimal selama berlatih di Arsenal. Selama berada dua pekan di negara asal David Beckham itu, Nazarul dan pemain Tunas Garuda lainnya juga dijadwalkan menonton langsung pertandingan Liga Inggris antara Arsenal melawan Stoke City di Emirates Stadium, London.
“Untuk kelanjutannya, saya dapat kabar kalau menang di Inggris, tim Tunas Garuda dengan salah satunya anak saya akan tinggal di Inggris selama 3 tahun. Kabarnya di Jakarta ada Sekolah Sepakbola Indonesia (SSI), kemungkinan 18 anak anggota tim Tunas Garuda termasuk Nazarul Fahmi akan disekolahkan di SSI itu. Kami keluarga berharap seperti itu,” harap Hadisah kepada media Serambi

0 komentar:
Posting Komentar