
Meulaboh | Acehtraffic.com - Kapolres Aceh Barat AKBP Artanto mensinyalir ada gerakan terorisme masuk ke wilayahnya guna mengacaukan pelaksanaan pilkada damai yang direncakanan serentak di Aceh pada Januari 2012.
"Mengenai jumlahnya berapa, kita belum tahu pasti, namun informasi sudah kita terima bahwa para teroris sudah masuk ke Aceh dan keberaannya berpencar untuk membuat kacau suasana pilkada," katanya di Meulaboh, Senin [14/11].
Kapolres Artanto yang didampinggi Dandim 0105 Let Kol Inf Andi Sirajuddin mengatakan, terindikasi keberadaan gerakan terorisme menyebar di seluruh wilayah Aceh dengan tujuan utama membuat kekacauan pesta demokrasi terbesar di Aceh itu.
Karenanya, seluruh jajaran kepolsian dan TNI di Provinsi Aceh sudah diinstruksikan dan bekerjasama semaksimal mungkin mengantisipasi gerakan itu agar tidak berjalan di wilayah Aceh, terutama Aceh Barat.
Kapolres Artanto menegaskan, masyarakat di wilayah itu diminta bekerjasama dalam menjaga kamtibmas dengan cara melaporkan setiap kedatangan tamu yang mencurigakan dan melakukan kros cek pada tamu-tamu yang masuk dari luar Aceh.
Selebihnya, untuk kegiatan pengamanan aparat kepolisian akan disiagakan di seluruh pos keamanan kawasan pelosok, terutama menjadi kawasan khusus daerah perkotaan yang merupakan daerah keramaian teroris bisa saja menyelinap tanpa diketahui siapapun.
"Kita mengharapkan kerjasama masyarakat dapat melapor apabila melihat tamu mencurigakan ataupun kedatangan tamu dari luar Aceh, selebih itu nanti kita amankan," imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, kedatangan para gerakan spraratisme dengan ideologi berbahaya mengancam keutuhan NKRI di wilayah Aceh belum dipastikan bentuk teror apa yang hendak dilakukan, namun yang pasti akan membuat kekacauan disuasana pilkada.
Untuk mengantisipasi masuk ke wilayah Aceh Barat, kepolisian melakukan razia rutin di setiap jalan nasional perbatasan dan perkotaan serangkaian dengan operasi Zebra yang digencarkan sejak 9 November 2011.
Kawasan Aceh Barat, kata Artanto, masih terlihat kondusif belum nampak adanya gejolak yang muncul gerakan teroris terpantau, namun apabila pengamanan kepolisian dan masyarakat lengah, terorisme bisa saja masuk kapanpun.
"Sasaran mereka adalah memprovokasi masyarakat, kepolisian bersama TNI akan mendeteksi keberadaan mereka, kita akan menggalang masyarakat agar bisa menjaga kamtibmas," ujarnya. | AT | AN

0 komentar:
Posting Komentar