Jakarta | Acehtraffic.com- Pemerintah menginginkan hasil penelitian tim investigasi ambruknya Jembatan Mahakam II di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, bisa rampung dalam waktu sepekan. “Kami berharap tak lebih dari satu minggu,” ujar Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto, Senin, 28 November 2011.
Menurut Djoko, tim investigasi yang terdiri dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga, Bareskrim Polri, dan Polda Kalimantan Timur harus melakukan pengecekan dari awal hingga akhir. “Kami inginnya seminggu, tapi itu tergantung data yang masuk,” katanya.
Selama meneliti, Djoko mengatakan, pemerintah belum dapat menyimpulkan penyebab ambruknya jembatan gantung sepanjang 710 meter tersebut. “Salah jika ada yang langsung menyimpulkan apa penyebabnya,” ujarnya.
Untuk itu, menurut dia, direktoratnya akan menunggu tim investigasi menyelesaikan pekerjaannya hingga data lengkap. “Ini tergantung tim investigasi,” kata Djoko.
Djoko juga membantah bahwa Jembatan Mahakam II telah bermasalah sejak awal pembuatannya. Sebelumnya, Direktur Utama PT Bukaka Reknik Utama Irsal Kamaruddin menyatakan, sejak awal, jembatan itu tak memenuhi standar Kementerian Pekerjaan Umum. “Dia tidak mengetahui penyebabnya,” katanya.| TEMPO.CO
Menurut Djoko, tim investigasi yang terdiri dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga, Bareskrim Polri, dan Polda Kalimantan Timur harus melakukan pengecekan dari awal hingga akhir. “Kami inginnya seminggu, tapi itu tergantung data yang masuk,” katanya.
Selama meneliti, Djoko mengatakan, pemerintah belum dapat menyimpulkan penyebab ambruknya jembatan gantung sepanjang 710 meter tersebut. “Salah jika ada yang langsung menyimpulkan apa penyebabnya,” ujarnya.
Untuk itu, menurut dia, direktoratnya akan menunggu tim investigasi menyelesaikan pekerjaannya hingga data lengkap. “Ini tergantung tim investigasi,” kata Djoko.
Djoko juga membantah bahwa Jembatan Mahakam II telah bermasalah sejak awal pembuatannya. Sebelumnya, Direktur Utama PT Bukaka Reknik Utama Irsal Kamaruddin menyatakan, sejak awal, jembatan itu tak memenuhi standar Kementerian Pekerjaan Umum. “Dia tidak mengetahui penyebabnya,” katanya.| TEMPO.CO


0 komentar:
Posting Komentar