Jakarta | Acehtraffic.com - Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta menyebut, kalangan tenaga
nonprofesional/karyawan menempati urutan tertinggi pengidap HIV/AIDS di DKI
Jakarta. Data tersebut berdasarkan Data Seksi Surveilans Epidemiologi HIV dan
AIDS Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada 2011.
”Hingga Juni, karyawan paling banyak, yakni sejumlah 283 orang [199 HIV dan
84 AIDS],” Kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta
Rohana Manggala di Jakarta, .
Di posisi tertinggi kedua, lanjut dia, ditempati ibu rumah tangga sejumlah
147, disusul kaum wiraswasta sebanyak 139 pengidap HIV/AIDS.
Rohana menekankan, kasus HIV/AIDS masih menyerupai fenomena gunung es.
Jumlah tersebut baru jumlah penderita yang diketahui karena ada rekam medis
yang dilakukan. Berdasarkan data statistik estimasi dari Dinas Kesehatan DKI
Jakarta pada 2009, ada 42.880 kasus HIV/AIDS di DKI. Di anataranya dari
pengguna jarum suntik narkoba diestimasi ada 27.852 orang dan dari pasangan pengguna
jarum suntik sebanyak 6.715 orang.
“Tingkat kesadaran melakukan konseling dan tes HIV masih belum optimal
meningkat, dari fenomena gunung es, jumlah penderita baru mencair sebanyak 10
persen,” paparnya.
Pemicu penularan HIV di DKI Jakarta, jelas Rohana, sebagian besar berasal
dari pria yang membeli seks atau yang disebur sebagai High Risk Man [HRM].
Sebanyak 20 persen dari mereka adalah pria dewasa yang kemudian memiliki
pasangan. Kelompok HRM ini dipetakan lagi menjadi sekitar 11 ribu pengguna
jarum suntik dan 61 ribu kelompok gay, waria dan lelaki yang berhubungan seks
dengan lelaki. “Ini sangat rentan, karena mereka kemudian menikah atau punya
paangan dan punya anak,” tegasnya.| AT | LI |

0 komentar:
Posting Komentar