News Update :

Hasil KTT APEC 2011

Senin, 14 November 2011



Honolulu | Acehtraffic.com - Para pemimpin anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang diselenggarakan di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat (AS) hari Minggu waktu setempat sepakat mengambil langkah konkrit untuk membangun ekonomi regional yang mulus.

"Diadopsi dari "Deklarasi Honolulu," langkah ini akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja di tiga bidang utama yakni penguatan integrasi ekonomi regional dan memperluas perdagangan, meningkatkan pertumbuhan hijau, dan memajukan konvergensi regulasi dan kerja sama," tukas Presiden AS Barack Obama, dalam pidatonya di KTT APEC, dilansir dari situs resmi APEC, Senin [14/11]

Para pemimpin pun setuju untuk mengatasi dua kunci utama isu di generasi ke depan yakni mengenai perdagangan dan investasi yang dihadapi wilayah tersebut.

Mereka berkomitmen untuk membantu usaha kecil dan menengah agar tumbuh dan lebih baik ke dalam rantai produksi global. Selain itu, dalam forum ini mereka juga berkomitmen untuk mempromosikan kebijakan inovasi non-diskriminatif yang berorientasi pasar secara efektif.

Kembangkan Ekonomi di 2012
Selain kedua hal tersebut, para pemimpin negara anggota APEC sepakat untuk mengembangkan daftar barang ramah lingkungan demi mendukung pertumbuhan ekonomi hijau, termasuk juga untuk mengurangi tarif rata-rata hingga lima persen atau kurang, hingga akhir 2015.

Kemudian dalam forum internasional tersebut juga akan menghilangkan hambatan non-tarif, termasuk persyaratan muatan lokal yang mendistorsi perdagangan barang dan jasa lingkungan.

Perlahan, negara anggota APEC juga memutuskan untuk mengurangi subsidi penggunaan bahan bakar fosil dan menargetkan pengurangan energi yang berlebihan di negara anggota APEC sampai 45 persen hingga 2035.

Para pemimpin pun berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah tertentu di 2013 untuk menerapkan praktek-praktek regulasi dalam ekonomi mereka, termasuk memastikan koordinasi peraturan internal pekerjaan, menilai dampak peraturan tersebut, dan melakukan konsultasi publik.

Mereka pun menyatakan keprihatinan yang mendalam mengenai kebuntuan yang dihadapi Agenda Pembangunan Doha. 

"Pemikiran segar yang melibatkan pendekatan-pendekatan inovatif diperlukan, termasuk kemungkinan memajukan melibatkan bagian-bagian tertentu dari agenda Doha di mana konsensus mungkin tercapai sementara atau definitif," tukas mereka.

Mengingat posisi genting dalam perekonomian global saat ini, para pemimpin juga berbagi pandangan mereka mengenai keadaan ekonomi global, sumber pertumbuhan global, dan pentingnya penciptaan lapangan kerja. | AT | OK
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016