Banda Aceh | Acehtraffic.com - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 8 Februari 2012, melaporkan kinerja akhir masa jabatan selama lima tahun (periode 2007-2012) ke DPRA, Rabu (23/11).
Laporan dalam bentuk LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan) itu disampaikan langsung oleh Irwandi dalam Sidang Paripurna DPRA.
Sidang yang dipimpin Ketua DPRA, Hasbi Abdullah yang didampingi dua wakil ketua, Sulaiman Abda dan Amir Helmi itu dihadiri hampir seluruh anggota dewan. Gubernur Irwandi yang datang ke Gedung DPRA sekitar pukul 08.45 WIB tanpa didampingi Wagub Muhammad Nazar tetapi Sekda Aceh Teuku Setia Budi, Kasdam IM Brigjen TNI Pandu Wibowo, Wakapolda Aceh Brijen Pol Setiyanto, Wakajati Aceh Teuku Syahrizal SH, dan sejumlah Kepala Satuan Kerja Aceh (SKPA).
Dalam penyampaian kata pengantar LKPJ setebal 57 halaman itu, Gubernur Irwandi hanya membacakan sebagiannya. Narasi selebihnya dilanjutkan oleh Sekda Setia Budi.
Seusai membacakan kata pengantar laporan kinerja tersebut, Irwandi langsung turun dan duduk beberapa saat di deretan kursi pimpinan dewan. Ia sempat berbincang akrab sambil berbisik dengan ketiga pimpinan dewan.
Bahkan, ia memperlihatkan arloji di pergelangan tangannya kepada Ketua DPRA Hasbi Abdullah sebagai isyarat bahwa dirinya tak bisa berlama-lama lantaran ada agenda penting lainnya yang harus dihadirinya di Jakarta. “Saya pukul 11.00 WIB harus terbang ke Jakarta,” bisik Irwandi kepada Hasbi Abdullah.
Irwandi yang ditanyai saat ke luar dari ruang sidang utama Gedung DPRA mengatakan, ia buru-buru terbang ke Jakarta untuk menghadiri acara peresmian perkawinan putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan putri Menteri Hatta Radjasa, Kamis (24/11) di Istana Cipanas.
Sesaat ke luar dari ruang sidang, Irwandi langsung menuju ke mobil jeep buatan Amerika yang terparkir di depan gedung dewan. Seperti biasa, dia menyetir sendiri dan langsung tancap gas meninggalkan gedung dewan untuk menuju Bandara Sultan Iskandar Muda di Blang Bintang, Aceh Besar.
Terlihat tenang
Selama Irwandi menyampaikan kata pengantar laporan pertanggungjawaban lima tahunan itu kemarin, suasana dalam ruang sidang terlihat tenang. Para anggota dewan terlihat tekun menyimak setiap laporan yang dibacakan dalam buku bersampul merah muda dengan gambar Irwandi berbaju jas warna biru itu. Sementara di luar gedung kelihatan sejumlah aparat kepolisian bersenjata lengkap ikut berjaga-jaga.
Dalam laporannya Irwandi menyebutkan, jumlah penduduk Aceh saat ini 4.953.262 jiwa atau terjadi pertumbuhan 11,59 persen dalam empat tahun terakhir (2007-2010). Sedangkan indeks pembangunan manusia dari tahun 2007-2010 meningkat rata-rata sebesar 1,02 persen. Angka warga yang melek huruf juga meningkat dalam empat tahun terakhir, rata-rata 0,68 persen.
Angka kemiskinan Aceh juga terjadi penurunan dalam lima tahun terakhir. Tahun 2006 jumlah penduduk kemiskinan sebanyak 1.112.061 jiwa (26,66 persen), tahun 2010 turun menjadi 1.088.368 jiwa (21,98 persen).
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angka kemiskinan Aceh akan turun pada 2011 menjadi 969.353 jiwa atau 19,57 persen. Angka pengangguran terbuka, setiap tahun, lapor Irwandi, terus terjadi penurunan. Tahun 2006 sebesar 9,84 persen turun menjadi 8,37 persen pada 2010, dan tahun 2010 diperkirakan turun menjadi 8,27 persen.| Serambi
Sidang yang dipimpin Ketua DPRA, Hasbi Abdullah yang didampingi dua wakil ketua, Sulaiman Abda dan Amir Helmi itu dihadiri hampir seluruh anggota dewan. Gubernur Irwandi yang datang ke Gedung DPRA sekitar pukul 08.45 WIB tanpa didampingi Wagub Muhammad Nazar tetapi Sekda Aceh Teuku Setia Budi, Kasdam IM Brigjen TNI Pandu Wibowo, Wakapolda Aceh Brijen Pol Setiyanto, Wakajati Aceh Teuku Syahrizal SH, dan sejumlah Kepala Satuan Kerja Aceh (SKPA).
Dalam penyampaian kata pengantar LKPJ setebal 57 halaman itu, Gubernur Irwandi hanya membacakan sebagiannya. Narasi selebihnya dilanjutkan oleh Sekda Setia Budi.
Seusai membacakan kata pengantar laporan kinerja tersebut, Irwandi langsung turun dan duduk beberapa saat di deretan kursi pimpinan dewan. Ia sempat berbincang akrab sambil berbisik dengan ketiga pimpinan dewan.
Bahkan, ia memperlihatkan arloji di pergelangan tangannya kepada Ketua DPRA Hasbi Abdullah sebagai isyarat bahwa dirinya tak bisa berlama-lama lantaran ada agenda penting lainnya yang harus dihadirinya di Jakarta. “Saya pukul 11.00 WIB harus terbang ke Jakarta,” bisik Irwandi kepada Hasbi Abdullah.
Irwandi yang ditanyai saat ke luar dari ruang sidang utama Gedung DPRA mengatakan, ia buru-buru terbang ke Jakarta untuk menghadiri acara peresmian perkawinan putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan putri Menteri Hatta Radjasa, Kamis (24/11) di Istana Cipanas.
Sesaat ke luar dari ruang sidang, Irwandi langsung menuju ke mobil jeep buatan Amerika yang terparkir di depan gedung dewan. Seperti biasa, dia menyetir sendiri dan langsung tancap gas meninggalkan gedung dewan untuk menuju Bandara Sultan Iskandar Muda di Blang Bintang, Aceh Besar.
Terlihat tenang
Selama Irwandi menyampaikan kata pengantar laporan pertanggungjawaban lima tahunan itu kemarin, suasana dalam ruang sidang terlihat tenang. Para anggota dewan terlihat tekun menyimak setiap laporan yang dibacakan dalam buku bersampul merah muda dengan gambar Irwandi berbaju jas warna biru itu. Sementara di luar gedung kelihatan sejumlah aparat kepolisian bersenjata lengkap ikut berjaga-jaga.
Dalam laporannya Irwandi menyebutkan, jumlah penduduk Aceh saat ini 4.953.262 jiwa atau terjadi pertumbuhan 11,59 persen dalam empat tahun terakhir (2007-2010). Sedangkan indeks pembangunan manusia dari tahun 2007-2010 meningkat rata-rata sebesar 1,02 persen. Angka warga yang melek huruf juga meningkat dalam empat tahun terakhir, rata-rata 0,68 persen.
Angka kemiskinan Aceh juga terjadi penurunan dalam lima tahun terakhir. Tahun 2006 jumlah penduduk kemiskinan sebanyak 1.112.061 jiwa (26,66 persen), tahun 2010 turun menjadi 1.088.368 jiwa (21,98 persen).
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angka kemiskinan Aceh akan turun pada 2011 menjadi 969.353 jiwa atau 19,57 persen. Angka pengangguran terbuka, setiap tahun, lapor Irwandi, terus terjadi penurunan. Tahun 2006 sebesar 9,84 persen turun menjadi 8,37 persen pada 2010, dan tahun 2010 diperkirakan turun menjadi 8,27 persen.| Serambi


0 komentar:
Posting Komentar