News Update :

Gubernur Irwandi Akan Berpidato dalam Sidang Unesco Tentang Tari Saman

Jumat, 25 November 2011

Banda Aceh | Acehtraffic.com-  Gubernur Irwandi Yusuf, Jumat (25/11) pukul 19.00 Wib hari ini dijadwalkan mengikuti persidangan ke-6 Komite Antar Pemerintah UNESCO untuk Perlindungan Warisan Dunia Tak Benda (Sixth Session of The UNESCO Intergovernmental Committee for The Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage), yang berlangsung di Bali International Convention Centre, Nusa Dua Bali.


Badan PBB untuk urusan Pendidikan, Sains dan Kebudayaan (UNESCO) secara resmi mengakui dan menetapkan Tari Saman Gayo dari Provinsi Aceh sebagai warisan budaya dunia tak benda dalam sidang di Bali, Kamis (24/11). Sidang UNESCO ini dihadiri sedikitnya 400 delegasi dari 137 negara di seluruh dunia.

Tari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo di Aceh yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat dan dipentaskan oleh laki-laki. Indonesia mengajukan Tari Saman Gayo ke UNESCO pada Maret 2010 yang disertai dengan proposal kertas akademis yang menuntut beberapa persayaratan dan Tari Saman telah memenuhi empat syarat yang ditetapkan.

Kabag Humas Setdaprov Aceh, Usamah El-Madny, Kamis (24/11) menjelaskan, Gubernur Irwandi Yusuf diberikan kesempatan selama 15 menit untuk menyampaikan pidato sebagai respon Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh terhadap penetapan Tari Saman dari Gayo Lues dalam daftar yang memerlukan perlindungan mendesak UNESCO.

Pada kesempatan itu, Irwandi akan menyampaikan pidato yang subtatansinya antara lain apresiasi dan terimakasih kepada UNESCO yang telah menetapkan Tari Saman sebagai salah satu warisan budaya dunia. Irwandi juga akan menginformasikan masih banyak potensi warisan budaya tak benda di Aceh seperti Seudati, Rapai, Didong, Likok Pulo dan berbagai tarian lainnya yang layak dijadikan warisan budaya dunia.

Kemenangan
Kendati prestasi penetapan Tari Saman sebagai warisan dunia tak benda ini, tidak terlepas dari peran sentral yang dimainkan Gubernur Irwandi Yusuf

Irwandi melalui berbagai jaringan nasional dan internasional, namun ia mendedikasikan semua prestasi ini sebagai kemenangan budaya masyarakat Aceh.

Karena peran penting dan strategis yang dimainkan Gubernur Aceh dalam proses nominasi Tari Saman ini, maka Panitia Pelaksana melalui Surat No.649/SB/NBSF/XI/11 tertanggal 23 November 2011 secara khusus meminta agar Irwandi Yusuf hadir langsung dan tidak mewakilkan kepada pihak lain.

Menurut Usamah, menjelang keberangkatan ke Bali, Gubernur menegaskan bahwa ini semua merupakan kemenangan budaya rakyat Aceh. "Gubernur juga menyampaikan selamat kepada masyarakat Gayo Lues khususnya dan masyarakat Aceh pada umumnya atas prestasi budaya ini" ujar Usamah.

Ia juga menyampaikan harapan Gubernur Irwandi Yusuf agar penghargaan UNESCO ini dapat menjadi inspirasi dan pemicu semangat segenap masyarakat Aceh untuk melestarikan budayanya.

"Penetapan Tari Saman dalam daftar warisan budaya dunia tersebut menunjukkan bahwa Aceh memiliki khasanah kebudayaan dan peradaban yang kaya serta terkenal di mancanegara," sebutnya seraya menambahkan, sebelumnya UNESCO terlebih dahulu memasukkan Angklung (2010), Batik (2009), Keris dan Wayang Kulit (2008) sebagai warisan budaya dunia tak benda. | ANL
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016