
Jakarta |
Acehtraffic.com - Sebanyak 30 ribu kondom akan dibagikan dalam Pekan Kondom
Nasional sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari AIDS sedunia yang jatuh
pada tanggal 1 Desember.
"Melalui penyelenggaraan Pekan Kondom Nasional ini diharapkan agar
masyarakat kembali diingatkan akan pentingnya penggunaan kondom sebagai salah
satu cara efektif untuk mencegah penyebaran HIV dan AIDS," kata Country Director
DKT Indonesia, Todd Callahan dalam konferensi pers "Pekan Kondom Nasional
2011" di E-Corner Epicentrum Walk Kuningan, Jakarta, Rabu.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional [KPAN] Nafsiah Mboi mengatakan pembagian kondom gratis itu tidak berarti bahwa mendukung perilaku seks bebas namun untuk pencegahan penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya.
"Kita akan bagikan kepada pemula yang belum tahu. Ini bukan berarti mendukung ’free sex’ [seks bebas], seks bebas itu sudah ada. Kondom adalah sebagai alat pencegahan," ujarnya.
Kampanye penggunaan kondom selain pembagian kondom gratis disebut Nafsiah perlu untuk dilakukan karena dari surveilans [survei pengawasan] yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan mengenai AIDS dan perilaku menunjukkan bahwa tingkat penularan penyakit infeksi seksual masih tinggi.
Selain AIDS, kondom juga dapat mencegah penyakit lain seperti sifilis namun masih banyak pelanggan pekerja seks menolak untuk memakai kondom karena dinilai mengganjal dan tidak nyaman.
"Padahal jumlah penderita sifilis telah meningkat lima kali lipat dari 2007-2011, dan ini bisa ditularkan ke bayi. Ini bahaya. Berarti pekerja seks dan pelanggannya meski sudah diberi kondom, tidak dipakai kondomnya," ujar Nafsiah.
Untuk tahun 2011, Peringatan Hari AIDS Sedunia di Indonesia mengangkat tema "Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha dari HIV dan AIDS", yang disebabkan karena kalangan usia produktif merupakan mereka yang paling rentan tertular HIV.
Sekitar 87,7 persen penderita AIDS merupakan kelompok umur produktif 20-49 tahun dimana penularan HIV terbesar adalah melalui transmisi hubungan heteroseksual [54,8 persen] dan penggunaan alat suntik [36,2 persen] dengan diperkirakan saat ini ada 186 ribu orang dengan HIV dan AIDS di Indonesia.| AT | WY |
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional [KPAN] Nafsiah Mboi mengatakan pembagian kondom gratis itu tidak berarti bahwa mendukung perilaku seks bebas namun untuk pencegahan penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya.
"Kita akan bagikan kepada pemula yang belum tahu. Ini bukan berarti mendukung ’free sex’ [seks bebas], seks bebas itu sudah ada. Kondom adalah sebagai alat pencegahan," ujarnya.
Kampanye penggunaan kondom selain pembagian kondom gratis disebut Nafsiah perlu untuk dilakukan karena dari surveilans [survei pengawasan] yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan mengenai AIDS dan perilaku menunjukkan bahwa tingkat penularan penyakit infeksi seksual masih tinggi.
Selain AIDS, kondom juga dapat mencegah penyakit lain seperti sifilis namun masih banyak pelanggan pekerja seks menolak untuk memakai kondom karena dinilai mengganjal dan tidak nyaman.
"Padahal jumlah penderita sifilis telah meningkat lima kali lipat dari 2007-2011, dan ini bisa ditularkan ke bayi. Ini bahaya. Berarti pekerja seks dan pelanggannya meski sudah diberi kondom, tidak dipakai kondomnya," ujar Nafsiah.
Untuk tahun 2011, Peringatan Hari AIDS Sedunia di Indonesia mengangkat tema "Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha dari HIV dan AIDS", yang disebabkan karena kalangan usia produktif merupakan mereka yang paling rentan tertular HIV.
Sekitar 87,7 persen penderita AIDS merupakan kelompok umur produktif 20-49 tahun dimana penularan HIV terbesar adalah melalui transmisi hubungan heteroseksual [54,8 persen] dan penggunaan alat suntik [36,2 persen] dengan diperkirakan saat ini ada 186 ribu orang dengan HIV dan AIDS di Indonesia.| AT | WY |

0 komentar:
Posting Komentar